Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
320 Kasus Kejahatan Jalanan Diungkap, Malang-Surabaya Paling Rawan
Polda Jatim rilis ungkap kasus curanmor. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • Polda Jatim mengungkap 320 kasus kejahatan jalanan sepanjang Mei 2026 dengan 319 tersangka ditangkap dan ratusan barang bukti disita, didominasi kasus pencurian kendaraan bermotor.
  • Wilayah Malang, Surabaya, dan Pelabuhan Tanjung Perak tercatat sebagai daerah dengan pengungkapan kasus terbanyak selama operasi besar yang digelar di seluruh Jawa Timur.
  • Operasi ini menjadi bagian dari program Jogo Jawa Timur untuk menekan angka kriminalitas, sekaligus menemukan indikasi keterkaitan antara kejahatan jalanan dan penyalahgunaan narkotika.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Polda Jawa Timur (Jatim) mengungkap 320 kasus kejahatan jalanan dalam operasi besar yang digelar sepanjang Mei 2026. Dari ratusan perkara tersebut, pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadi kejahatan yang paling mendominasi, sementara Malang dan Surabaya tercatat sebagai wilayah dengan pengungkapan kasus terbanyak.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan, operasi ini melibatkan seluruh jajaran polda dan polres untuk memburu pelaku begal, pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), curanmor hingga berbagai aksi kriminal jalanan yang meresahkan masyarakat.

"Selama bulan Mei 2026 ini, kami sudah memerintahkan seluruh jajaran untuk melakukan pengungkapan terhadap seluruh kejahatan yang terkait curas, curat, curanmor dan kejahatan jalanan," ujar Nanang, Selasa (2/6/2026).

Hasilnya, sebanyak 319 tersangka berhasil ditangkap dari total 320 kasus yang diungkap. Polisi juga menyita berbagai barang bukti, mulai dari 100 unit sepeda motor, 12 mobil, 25 senjata tajam, satu pucuk senjata api beserta delapan butir amunisi.

Dari ratusan kasus tersebut, tindak pencurian menjadi yang paling dominan dengan 219 perkara. Sisanya terdiri dari 46 kasus penganiayaan, 35 kasus pengeroyokan, 11 kasus kepemilikan senjata api, senjata tajam dan bahan peledak, enam kasus pemerasan serta tiga kasus premanisme.

Menurut Nanang, operasi ini menjadi bagian dari program Jogo Jawa Timur yang bertujuan menciptakan rasa aman dan menekan angka kriminalitas di seluruh wilayah provinsi. "Target utama dari kegiatan ini adalah menangkap pelaku perorangan maupun sindikat curat, curanmor, curas, street crime, kejahatan sajam, senpi dan handak. Kemudian harus bisa menekan seminimal mungkin angka kejahatan ini di masyarakat," tegasnya.

Selain melakukan penindakan, Polda Jatim juga memetakan daerah-daerah yang paling rawan kejahatan. Berdasarkan hasil analisis selama operasi berlangsung, wilayah dengan pengungkapan kasus terbanyak berada di Polres Malang. Posisi berikutnya ditempati Polrestabes Surabaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Widi Atmoko menyebut, tingginya angka pengungkapan di tiga wilayah tersebut menunjukkan fokus penindakan yang dilakukan aparat terhadap kawasan dengan aktivitas kriminalitas jalanan yang tinggi. "Kurun waktu satu bulan di bulan Mei, kurang lebih 300-an kasus sudah kita ungkap. Tiga besar pengungkapan terbanyak adalah Polres Malang, Polrestabes Surabaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak," bebernya.

Polda Jatim juga menemukan indikasi keterkaitan antara kejahatan jalanan dengan penyalahgunaan narkotika. Dari hasil pemeriksaan, empat tersangka diketahui terindikasi menggunakan amfetamin dan metamfetamin saat melakukan aksi kriminal.

"Kami masih melakukan pendalaman untuk mengetahui korelasi penggunaan narkoba dengan tindak kriminal jalanan yang terjadi di Jawa Timur," kata Widi.

Di sisi lain, ia meminta masyarakat aktif melaporkan setiap aktivitas mencurigakan melalui layanan darurat 110 agar kepolisian dapat bergerak lebih cepat. "Semakin cepat informasi masuk, semakin cepat kami melakukan tindakan untuk menciptakan ketenangan dalam kehidupan bermasyarakat," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article