Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
296 Ribu Siswa Kantongi PIN SPMB Jatim
Proses pengambilan PIN SMPB SMA/SMK Negeri Jatim 2026 di SMAN 5 Surabaya. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • Sebanyak 296.287 dari 316.078 calon murid berhasil memperoleh PIN SPMB Jatim 2026, sementara 4.006 siswa belum mendapatkannya akibat kendala verifikasi dan kesalahan data administrasi.
  • Dinas Pendidikan Jatim menegaskan tidak ada perpanjangan waktu pengambilan PIN serta mengimbau siswa tetap semangat melanjutkan pendidikan, termasuk di sekolah swasta yang juga menyediakan beasiswa.
  • Hanya sekitar 146 ribu siswa mengikuti simulasi pendaftaran yang bersifat opsional, padahal tahap ini membantu memahami mekanisme seleksi sebelum pendaftaran jalur domisili dibuka pada 11–12 Juni 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Tahapan pengambilan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Jawa Timur 2026 resmi berakhir pada Selasa (9/6/2026). Dari total 316.078 calon murid yang mengajukan PIN, sebanyak 296.287 siswa berhasil memperoleh PIN setelah lolos proses verifikasi dan validasi data.

Sementara itu, sebanyak 4.006 calon murid tercatat belum mendapatkan PIN hingga penutupan tahapan tersebut. Kondisi ini membuat mereka tidak dapat mengikuti proses pendaftaran SPMB melalui jalur yang mensyaratkan PIN sebagai akses utama.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Aries Agung Paewai menegaskan tidak ada perpanjangan waktu pengambilan PIN meskipun masih terdapat ribuan calon murid yang belum berhasil menyelesaikan proses verifikasi.

"Alhamdulillah untuk tahapan pengambilan PIN sudah rampung. Bagi calon murid yang belum mendapatkan jangan patah semangat. Sebab, di sekolah swasta juga memberikan beasiswa, kualitas sekolah negeri dan swasta pun sama. Jadi tetap semangat mengenyam pendidikan," ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Berdasarkan data Dindik Jatim per 10 Juni 2026 pukul 11.30 WIB, jumlah calon murid yang berhasil memperoleh PIN mencapai sekitar 93,7 persen dari total pengajuan. Angka tersebut menunjukkan mayoritas peserta telah menyelesaikan tahapan awal SPMB sebelum memasuki proses seleksi.

Meski demikian, Dindik Jatim mencatat sejumlah kendala yang menyebabkan sebagian calon murid gagal memperoleh PIN. Mulai dari kesalahan data administrasi hingga kurangnya verifikasi yang dilakukan peserta sendiri.

Aries menyebut banyak siswa mengalami kendala saat login karena tidak mengetahui tanggal terbit Kartu Keluarga (KK). Selain itu, terdapat sekolah asal yang belum menginput nilai rapor siswa sehingga proses verifikasi tidak dapat dilanjutkan.

"Kemudian ada juga siswa yang belum melakukan verifikasi nilai rapor secara mandiri, ada yang meminta pembatalan verifikasi karena ditemukan kesalahan nilai setelah diverifikasi, termasuk kesalahan memilih kondisi KK maupun Surat Keterangan Domisili," katanya.

Tak hanya itu, sejumlah pengajuan juga terkendala perubahan status disabilitas yang diajukan orang tua saat proses verifikasi berlangsung.

Di sisi lain, Dindik Jatim juga mencatat tingkat partisipasi simulasi pendaftaran yang belum maksimal. Dari 316.078 siswa yang mengajukan PIN, hanya 146.503 siswa yang mengikuti simulasi pendaftaran. Sementara 169.575 siswa lainnya telah mengantongi PIN namun tidak mengikuti tahapan latihan tersebut.

Menurut Aries, simulasi pendaftaran memang tidak bersifat wajib. Namun, tahapan itu dirancang agar calon murid memahami mekanisme seleksi sebelum pendaftaran resmi dibuka. "Memang tidak wajib mengikuti. Tapi tahapan ini jika tidak diikuti calon murid akan rugi karena akan kesulitan saat SPMB berlangsung," tegasnya.

Melalui simulasi tersebut, calon murid dapat mengetahui peluang diterima di sekolah tujuan berdasarkan rayon domisili, jarak tempat tinggal, hingga nilai akademik yang digunakan dalam pemeringkatan.

"Kalau sudah mengikuti simulasi mereka mengetahui dan punya gambaran nanti kira-kira kalau ikut jalur domisili akan sekolah di mana. Jaraknya berapa itu bisa diketahui saat simulasi," jelas Aries.

Tahapan berikutnya dalam SPMB Jatim 2026 adalah pendaftaran Jalur Domisili SMA dengan kuota 35 persen dan Jalur Domisili SMK sebesar 10 persen yang dibuka pada 11-12 Juni 2026. Dindik mengingatkan calon murid untuk memperhatikan rayon sekolah serta waktu pendaftaran karena pemeringkatan jalur domisili tidak hanya mempertimbangkan nilai, tetapi juga jarak tempat tinggal dan waktu pendaftaran.

Setelah jalur domisili, SPMB akan dilanjutkan dengan Jalur Afirmasi, Mutasi, dan Prestasi Hasil Lomba pada 17-18 Juni 2026. Adapun Jalur Nilai Prestasi Akademik SMA dibuka pada 24-25 Juni, sedangkan Jalur Nilai Prestasi Akademik SMK berlangsung pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026.

Editorial Team

Related Article