261 Anak Keracunan Soto MBG Mojokerto, Emil: Pengobatan Kami Tanggung!

- 261 anak di Mojokerto keracunan soto ayam dari Program Makan Bergizi Gratis.
- Korban mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan, biaya ditanggung pemerintah.
- Emil meminta penelusuran penyebab keracunan dan apresiasi respons cepat dalam menangani kejadian tersebut.
Mojokerto, IDN Times – Sebanyak 261 anak penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mojokerto mengalami dugaan keracunan massal usai menyantap menu soto ayam yang diproduksi oleh SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03, berlokasi di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto.
Ratusan korban kini mendapatkan perawatan medis di sejumlah fasilitas kesehatan, dengan penanganan terpusat di Posko Layanan Kesehatan (Yankes) serta beberapa rumah sakit rujukan.
Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak memastikan seluruh korban telah dan terus mendapatkan penanganan medis optimal. “Yang paling utama, semua penerima manfaat yang terdampak harus mendapatkan penanganan medis terbaik. Itu menjadi prioritas kami,” ujar Emil.
Untuk penanganan medis, korban dirawat di beberapa fasilitas kesehatan di Mojokerto. Salah satu rumah sakit rujukan utama adalah RSUD Prof. dr. Soekandar Mojosari Mojokerto, selain perawatan di Posko Yankes yang didirikan di lingkungan pondok pesantren.
Emil menegaskan, seluruh biaya pengobatan dan perawatan korban ditanggung pemerintah. Ia juga mengimbau masyarakat yang sebelumnya menerima MBG dari SPPG tersebut dan merasakan gejala serupa agar segera melapor.
“Kami minta jangan menahan keluhan atau hanya mengobati sendiri di rumah. Segera lapor ke Posko Yankes agar penanganannya maksimal,” tegasnya.
Berdasarkan data sementara, para korban berasal dari tujuh lembaga pendidikan, terdiri dari pelajar dan santri. Dari jumlah tersebut, 160 korban merupakan santri Pondok Pesantren Ma’had An Nur. Para korban mengalami gejala mual, muntah, demam, dan diare setelah mengonsumsi MBG pada Jumat (9/1/2026).
Terkait penyebab keracunan, Emil meminta dilakukan penelusuran menyeluruh mulai dari bahan baku, proses pengolahan makanan, kebersihan wadah, hingga sistem distribusi MBG. Pemprov Jatim juga meminta Dinas Kesehatan Provinsi dan pihak SPPG untuk mengawal proses investigasi secara ketat.
“Kita harus menemukan akar persoalannya agar sistem ke depan bisa diperbaiki dan diperkuat,” katanya.
Selain meninjau Posko Yankes, Emil juga menyempatkan diri menjenguk korban yang dirawat di RSUD Prof. dr. Soekandar Mojosari. Ia mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kabupaten Mojokerto, tenaga medis, aparat, serta pengelola pondok pesantren dalam menangani kejadian tersebut.
“Respons cepat dan kebersamaan semua pihak patut diapresiasi. Ini membantu memastikan penanganan korban berjalan optimal,” pungkas Emil.


















