Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

1 Korban Baru Dokter RS Persada Malang Melapor Polisi

1 Korban Baru Dokter RS Persada Malang Melapor Polisi
Tri Eva Oktaviani mewakili A membuat laporan dugaan pelecehan oleh dokter RS Persada Malang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Share Article

Malang, IDN Times - Korban baru dugaan pelecehan oleh dokter RS Persada Malang akhirnya melapor, kali ini adalah A warga Kota Malang yang datang ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Malang Kota didampingi pengacaranya pada Selasa (22/4/2025). Saat ini sudah ada 2 korban yang melapor jadi korban dokter AY.

1. Korban A mengalami pelecehan seksual di IGD RS Persada Malang pada 2023

Tri Eva Oktaviani mewakili A membuat laporan dugaan pelecehan oleh dokter RS Persada Malang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Tri Eva Oktaviani mewakili A membuat laporan dugaan pelecehan oleh dokter RS Persada Malang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Kuasa hukum korban dari YLBHI Surabaya Pos Malang, Tri Eva Oktaviani menyampaikan jika A mengalami pelecehan ini pada 2023 saat ia dirawat di IGD RS Persada Malang. Korban mendapatkan pelecehan secara fisik oleh dokter AY.

"Seharusnya sebagai seorang dokter, dia menjalankan sop sesuai RS. Tetapi ketika menyentuh area-area sensitif dari korban itu sendiri, terduga pelaku tidak memberikan permohonan maaf atau permohonan izin terlebih dahulu, untuk memeriksa area dalam keintiman," terangnya.

Akibat perbuatannya, Eva mengatakan kalau A kini mengalami trauma dan ketakutan saat mendengar nama AY. A bahkan kerap menangis jika melihat foto AY.

"Kami berusaha menghubungkan ke psikolog klinis jaringan kami, agar kami rekomendasikan untuk rekam medisnya supaya ada pemberian penanganan psikologis kepada korban. Sempat ada tawaran dari rumah sakit terkait untuk pemulihan psikologis, tapi dari korban tidak bersedia, lebih baik dengan kami," jelasnya.

2. Modus AY mirip seperti kepada QAR, memeriksa korban tanpa didampingi perawat

Ilustrasi kekerasan seksual (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi kekerasan seksual (IDN Times/Mardya Shakti)

Eva mengungkapkan jika modus yang dilakukan dokter AY mirip seperti yang dilakukan pada korban sebelumnya yaitu QAR. AY memeriksa A di ruang IGD tanpa didampingi oleh perawat, sehingga perilakunya tidak hisa dilihat oleh orang lain.

"Pada saat itu kondisi korban ada di IGD karena kelelahan setelah merawat anaknya, sehingga imunnya turun. Kemudian memang tidak didampingi oleh perawat, tirai dalam kondisi tertutup rapat, sehingga memungkinkan orang lain tidak bisa melihat itu," bebernya.

3. Pihak RS Persada Malang belum memberikan rekam medis milik A

Tri Eva Oktaviani mewakili A membuat laporan dugaan pelecehan oleh dokter RS Persada Malang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Tri Eva Oktaviani mewakili A membuat laporan dugaan pelecehan oleh dokter RS Persada Malang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Eva menyampaikan jika pihaknya belum memegang rekam medis kliennya, hal ini dikarenakan pihak RS Persada Malang belum mau memberikan rekam medis milik A. Tapi dengan laporan hari ini, ia berharap agar RS Persada Malang mau memberikan rekam medis tersebut.

Kemudian ia juga mengatakan jika A sempat menghubungi RS Persada Malang saat kasus dokter AY dengan QAR viral. A melapor ke RS Persada Malang bahwa ia juga korban dari dokter yang sama.

"Dari pihak rumah sakit juga sudah meminta maaf, itu statemen yang dikeluarkan oleh korban. Karena dari korban sendiri sebelum didampingi oleh kami, dia susah meminta konfirmasi pada rumah sakit masih sendiri. Di situ sudah terkonfirmasi memang terduga pelaku adalah sama," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah

Latest News Jawa Timur

See More

Warga Kaltim Tipu Penjual Toko di Surabaya Pakai Bukti Pembayaran AI

28 Mei 2026, 17:45 WIBNews