TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Virus PMK Melonjak Lagi, Perbatasan Jateng Disorot

Banyak sapi yang mati, ada yang potong paksa

Ilustrasi pengecekan sapi perah terhadap penyakit mulut dan kuku. (IDN Times/Nofika Dian Nugroho)

Surabaya, IDN Times - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) belum lenyap. Bahkan, kasusnya mengalami peningkatan di Jawa Timur (Jatim). Terbukti ada penambahan ratusan kasus setiap harinya pada periode 16 - 19 Januari 2023 ini.

Baca Juga: Kasus PMK Jatim Tinggi, Khofifah: Vaksinasi Kami Tertinggi

1. 180 kasus baru pada 19 Januari 2023

Pengecekan sapi dari penyakit mulut dan kuku. IDN Times/Nofi

Data Posko Terpadu Penanganan PMK Terhadap Hewan Ternak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim menunjukkan kasus PMK yang awalnya 0 kasus pada awal Januari, pada tanggal 3 Januari 2023 ada 19 kasus baru. Kemudian 4 Januari ada 34 kasus baru. Lalu, 59 kasus baru pada 9 Januari. Kemudian tanggal 10 hingga 15 Januari kasus baru mencapai 80 ke atas setiap harinya. Kemudian memasuki 16 Januari ada 105 kasus, 17 Januari ada 163 kasus, 18 Januari 186 kasus, 19 Januari 180 kasus.

Hewan ternak berupa sapi yang paling banyak terinfeksi PMK di Bojonegoro mencapai 35 kasus. Kemudian Ngawi 31 kasus dan Ponorogo 29 kasus. Ada tujuh sapi mati dengan rincian dua di Lamongan dan lima di Nganjuk. Ada juga satu sapi dipotong paksa di Pacitan.

2. Lakukan penyemprotan disinfektan di perbatasan Jatim - Jateng

Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan Status Keadaan Tertentu Darurat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). (Dok. BNPB)

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto menegaskan bahwa pihaknya bersama Dinas Peternakan Jatim telah menggelar aksi penyemprotan disinfektan. Penyemproyan difokuskan di wilayah perbatasan Jatim dengan Jawa Tengah.

"Upaya penyemprotan disinfektan ini sengaja dilangsungkan di wilayah perbatasan karena peningkatan kasus PMK selama ini rentan terjadi di wilayah perbatasan," ujarnya, Minggu (22/1/2023).

3. Karena peningkatan kasus terjadi di kabupaten perbatasan Jateng

Ilustrasi vaksinasi PMK pada sapi. (dok. Humas Pemprov Jatim)

Sebenarnya, kata Gatot, kasus PMK di Jatim sempat melandai, tetapi pada minggu-minggu terakhir terjadi peningkatan kasus yang rata-rata terjadi di wilayah perbatasan antara Jatim dan Jateng. Seperti Bojonegoro, Tuban, Magetan dan Ngawi.

"Karena mobilitas hewan ternak baik itu pembelian dari pedagang Jawa Tengah ataupun Jawa Timur bisa membawa hewan ternak itu antar provinsi itulah yang membuat hewan ternak itu banyak terdeteksi PMK," jelasnya.

Baca Juga: Riuh Sambat Peternak Sapi Terpukul PMK

Berita Terkini Lainnya