Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Taiwan Jajaki Lagi Penerbangan Langsung Surabaya, Bidik Pasar Wisata

Kota Surabaya
Taiwan Jajaki Lagi Penerbangan Langsung Surabaya, Bidik Pasar Wisata
Wawancara Taiwan soal bidik wisata Surabaya dan Jatim. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • Taiwan Tourism Administration membawa 16 institusi pariwisata ke Indonesia selama tujuh hari enam malam, dengan Surabaya dipilih sebagai pasar wisata dan bisnis potensial.
  • Pembukaan kembali penerbangan langsung Surabaya-Taiwan masih terbuka, tetapi bergantung pada pertimbangan komersial maskapai dan permintaan pasar yang terus didorong.
  • Taiwan membidik wisatawan Muslim Indonesia melalui fasilitas halal dan ruang salat, sekaligus memperkuat kemitraan industri lewat business matching serta promosi beragam destinasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Taiwan kembali memperkuat penjajakan pasar pariwisata Indonesia. Selain membidik peningkatan kunjungan wisatawan, peluang kembali dibukanya penerbangan langsung Surabaya-Taiwan turut menjadi perhatian dalam promosi pariwisata yang digelar di Surabaya.

Taiwan Tourism Administration membawa 16 institusi yang terdiri dari maskapai penerbangan, agen perjalanan, dan asosiasi pariwisata dalam rangkaian promosi selama tujuh hari enam malam di Indonesia.

Surabaya dipilih karena dinilai memiliki pasar wisata dan bisnis yang potensial. Peluang tersebut juga dikaitkan dengan jumlah perjalanan wisata luar negeri warga Indonesia yang mencapai 9,16 juta perjalanan sepanjang 2025 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Director General Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Surabaya, David Lin mengatakan, peluang membuka kembali penerbangan langsung Surabaya-Taiwan masih terbuka. Rute tersebut sebelumnya pernah tersedia, namun realisasinya kini bergantung pada pertimbangan komersial maskapai dan permintaan pasar.

"Surabaya merupakan pasar penting dengan potensi pariwisata dan bisnis yang kuat," ujarnya, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, Taiwan Tourism Administration akan terus berkoordinasi dengan maskapai dan pelaku industri perjalanan untuk mendorong permintaan pasar. Jika pertumbuhan wisatawan semakin kuat, peluang penguatan konektivitas udara antara Surabaya dan Taiwan dinilai semakin terbuka.

"Kami berharap seiring dengan terus berkembangnya pasar, akan ada lebih banyak peluang untuk memperkuat konektivitas udara antara Taiwan dan Surabaya di masa mendatang," katanya.

Selain konektivitas, Taiwan juga melihat potensi wisatawan Muslim Indonesia. Dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026 yang diterbitkan Mastercard dan CrescentRating, Taiwan berada di peringkat ketiga bersama Inggris untuk kategori destinasi non-OIC.

David menyebut Taiwan terus mengembangkan fasilitas untuk wisatawan Muslim, mulai restoran bersertifikat halal, hotel, tempat wisata, hingga ruang salat di sejumlah destinasi dan pusat transportasi.

Namun, promosi Taiwan di Indonesia tidak hanya menyasar wisatawan secara langsung. Director Taiwan Tourism Information Center, Abe Chou mengatakan, penguatan hubungan antarpelaku industri pariwisata kedua negara juga menjadi bagian dari strategi.

Taiwan Tourism Workshop turut mempertemukan pelaku industri Taiwan dan Indonesia melalui skema business matching. "Melalui workshop ini, kami ingin memperkenalkan perkembangan terbaru pariwisata Taiwan kepada mitra di Indonesia," ujar Abe.

Sejumlah destinasi dan pengalaman wisata turut diperkenalkan, mulai dari kawasan pegunungan dan budaya teh di Alishan, Sun Moon Lake, sumber air panas, kuliner lokal, pasar malam hingga pengalaman budaya di berbagai wilayah Taiwan.

Bagi wisatawan Indonesia, Taiwan melihat keberagaman destinasi, akses yang relatif mudah serta fasilitas pendukung sebagai sejumlah daya tarik utama. Di sisi lain, peluang penerbangan langsung menjadi salah satu faktor penting yang dapat menentukan perkembangan pasar tersebut.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More