Ilustrasi pedestarian di Kota Batu. (unsplash/shod ed)
Pramono mengungkapkan jika wisatawan asing biasanya menyukai lokasi yang menyimpan sejarah. Misalnya di Kota Batu ada Villa Bima Sakti yang pernah ditinggali oleh proklamator sekaligus presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno. Sehingga pada periode 2000-an, lokasi tersebut selalu dikunjungi turis asing setiap harinya. Namun, komunikasi dengan agen-agen perjalanan yang kurang baik membuat jumlah turis asing kian menurun.
"Sepertinya kurang ada kerjasama dengan agen travel yang biasa membawa turis asing. Padahal dulu turis asing yang mereka bawa datang hampir setiap hari," bebernya.
Oleh karena itu, Pramono mencoba menarik minat turis asing dengan membuka paket wisata edukasi sejarah. Selain itu, ia yakin alam dan udara sejuk Kota Batu akan menarik minat mereka. Sehingga bisa menggenjot jumlah wisatawan di Kota Batu.
"Selecta sendiri targetnya tahun ini 750 ribu wisatawan. Tapi pada semester pertama baru ada 400an wisatawan, kemudian 2 minggu ini baru 50 ribuan. Semoga bulan Juli ini bisa mencapai 100 ribu wisatawan, tapi sepertinya berat," ungkapnya.