Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ternyata Ini Loh Penyebab Arema FC Sering Keok di Kandang
Putu Gede saat memantau latihan Arema FC. (Dok Media Officer Arema FC)

Malang, IDN Times - Hampir 5 bulan I Putu Gede Dwi Siswanto menukangi Arema FC. Ia akhirnya mulai mengerti beberapa titik lemah Singo Edan. Putu bahkan mengaku mulai menemukan alasan kenapa kini Singo Edan sering kalah di kandang.

Padahal, dulu Arema FC adalah tim yang sangat sulit ditaklukkan saat bermain di Malang. Stadion Kanjuruhan ataupun Stadion Gajayana dipandang sebagai stadion yang angker bagi tim-tim di Indonesia.

1. Putu Gede menilai sejak 2016 Arema FC kehilangan sosok pemain yang militan untuk tim

Pemain Arema FC saat sesi latihan di Stadion Gajayana. (Dok Media Officer Arema FC)

Pelatih Arema FC, Putu Gede membeberkan jika sejak 2016 Arema FC memang sering kehilangan poin saat bermain di kandang. Ia menilai ada perbedaan jelas antara pemain dulu dan sekarang.

"Karena semua sudah bergeser orang-orangnya, kalau kita dulu militan. Sehingga kalau sudah naik susah turun grafik (permainan), itu mindset dan perlu dibangun sehari-hari dan bagaimana manage latihan," terangnya saat dikonfirmasi pada Rabu (10/05/2023).

Putu Gede mengaku butuh waktu untuk menanamkan mindset militan sesuai gaya Malangan. Oleh karena itu, salah satu tugas pertama yang harus dilakukan adalah memperbaiki fisik para pemain. Pelatih fisik baru Arema FC disebut akak datang minggu depan.

2. Putu Gede yakin Stadion Gajayana akan jadi stadion yang angker musim depan

Pemain Arema FC saat sesi latihan di Stadion Gajayana. (Dok Media Officer Arema FC)

Hampir 20 tahun Arema FC meninggal Stadion Gajayana untuk bermarkas di Stadion Kanjuruhan. Tepatnya pada 2004 mereka memutuskan Singo Edan secara resmi memakai Stadion Kanjuruhan yang memiliki kapasitas tribun penonton lebih banyak. Tapi kini pada Liga 1 Musim 2023/2024, Arema FC kembali akan menggunakan Stadion Gajayana di Jalan Tangkuban Perahu, Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

"Gajayana ini angker, saya di sini dulu 3 tahun (sebagai pemain) gak pernah kalah, mulai uji coba sampai kompetisi tidak pernah kalah di Gajayana. Sehingga harapannya kami bisa kembalikan karakter (permainan) seperti dulu," ucapnya.

Namun, Putu Gede mengakui masih ada beberapa aspek yang memerlukan perbaikan di Stadion Gajayana. Mulai dari lapangan yang perlu ditingkatkan kualitasnya, ditambah tribun stadion yang belum single seat. Ia juga mengatakan kalau lampu stadion ini masih perlu ditingkatkan kekuatannya, Stadion Gajayana memiliki kekuatan 900 lux, padahal ketentuan dari AFC adalah 800 lux sampai 1.200 lux.

3. Persiapan Singo Edan lebih awal dibandingkan tim lain di Liga 1

Pemain Arema FC, Dedik Setiawan, saat sesi latihan di Stadion Gajayana. (Dok Media Officer Arema FC)

Putu Gede mengatakan jika Arema FC adalah tim yang pertama menggelar latihan perdana setelah Liga 1 Musim 2022/2023 berakhir. Mereka memulai latihan sejak 3 Mei 2023 lalu. Hal ini dilakukan karena hasil evaluasi musim sebelumnya, mereka memiliki banyak sekali kekurangan yang harus segera diperbaiki agar musim depan tidak kembali loyo.

"Mungkin kita yang duluan persiapan dibanding tim lain, karena kami lebih awal untuk membangun tim. Karena lebih awal akan lebih baik," tegasnya.

Ia juga mengatakan kemungkinan akan ada pre season pada bulan Juni 2023. Namun ia belum tahu kapan tepatnya, karena belum ada yang menghubungi mereka. Sebelum akhirnya Liga 1 Musim 2023/2024 dimulai pada 1 Juli 2023.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article