Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Erupsi Anak Krakatau, Persebaya Pulang Naik Bus-Kapal dari Lampung
Kapten Persebaya, Fransisco Rivera saat di atas kapal. Dok. Media Persebaya.
  • Erupsi Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan dan membuat Persebaya pulang dari Lampung ke Surabaya lewat bus serta kapal, berangkat Minggu pagi menuju Bakauheni.
  • Rombongan menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni ke Merak, lalu melanjutkan perjalanan darat dengan bus ke Surabaya tanpa menggunakan jalur udara.
  • Setelah imbang 1-1 melawan Bhayangkara FC, Persebaya dijadwalkan menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo pada 13 September 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
6 September 2026

Rombongan Persebaya berangkat dari hotel di Lampung pukul 07.00 WIB menuju Pelabuhan Bakauheni. Akibat erupsi Anak Krakatau dan penutupan Bandara Soekarno-Hatta, tim menyeberang ke Merak lalu melanjutkan perjalanan bus ke Surabaya.

13 September 2026

Persebaya dijadwalkan menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

kini

Skuad Persebaya mengalihkan fokus dari perjalanan panjang menuju laga kandang berikutnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Skuad Persebaya Surabaya pulang dari Lampung ke Surabaya melalui perjalanan bus dan kapal setelah erupsi Gunung Anak Krakatau mengganggu operasional penerbangan.
  • Who?
    Rombongan Persebaya Surabaya, termasuk kapten Francisco Rivera dan Media Officer Jonathan Yohvinno, melakukan perjalanan darat dan laut setelah menghadapi Bhayangkara FC.
  • Where?
    Tim berangkat dari Lampung menuju Pelabuhan Bakauheni, menyeberang ke Pelabuhan Merak, Banten, lalu melanjutkan perjalanan darat dengan bus ke Surabaya.
  • When?
    Rombongan bertolak dari hotel di Lampung pada Minggu, 6 September 2026, pukul 07.00 WIB.
  • Why?
    Bandara Soekarno-Hatta ditutup akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, sementara operasional penerbangan di sejumlah wilayah, termasuk Juanda, juga mengalami penyesuaian.
  • How?
    Persebaya menggunakan bus dari Lampung ke Bakauheni, kapal dari Bakauheni ke Merak, kemudian bus kembali dari Merak menuju Surabaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Tim Persebaya dari Surabaya tidak bisa naik pesawat dari Lampung karena Gunung Anak Krakatau meletus dan bandara ditutup. Mereka naik bus ke Pelabuhan Bakauheni, lalu naik kapal ke Merak. Setelah itu mereka naik bus lagi ke Surabaya. Kapten Francisco Rivera bilang ini pertama kali ia naik kapal di Indonesia. Mereka akan melawan PSIM Yogyakarta pada 13 September.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perjalanan darat dan laut yang ditempuh Persebaya memperlihatkan kemampuan skuad beradaptasi di tengah perubahan operasional penerbangan. Bagi Francisco Rivera, pengalaman baru menggunakan kapal juga membuka pemahaman yang lebih dekat terhadap perjalanan suporter yang menempuh rute serupa demi mendukung tim. Kebersamaan rombongan menjadi nilai tersendiri sebelum kembali menatap laga kandang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Persebaya Surabaya harus menempuh perjalanan panjang untuk kembali ke Surabaya setelah menghadapi Bhayangkara FC di Lampung. Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengganggu operasional penerbangan membuat skuad Bajul Ijo pulang menggunakan kombinasi jalur darat dan laut.

Media Officer Persebaya, Jonathan Yohvinno alias Vino, mengatakan rombongan tim bertolak dari hotel di Lampung pada Minggu (6/9/2026) pukul 07.00 WIB. Tim kemudian menuju Pelabuhan Bakauheni untuk menyeberang ke Pelabuhan Merak, Banten.

“Tim Persebaya harus kembali dari Lampung menggunakan jalur darat dan laut. Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan Bandara Soekarno-Hatta ditutup,” ujarnya tertulis.

Setelah tiba di Merak, rombongan tidak melanjutkan perjalanan melalui udara. Tim langsung meneruskan perjalanan darat menggunakan bus menuju Surabaya.

Perjalanan tersebut menjadi pengalaman berbeda bagi skuad Persebaya. Kapten tim, Francisco Rivera, bahkan mengaku baru pertama kali melakukan perjalanan menggunakan kapal dalam rangka perjalanan menuju Surabaya selama berada di Indonesia.

“Ya, ini pengalaman baru bepergian seperti ini ke Surabaya. Kami bisa memahami para suporter yang melakukan perjalanan yang sama untuk mendukung kami,” kata Rivera saat berada di kapal.

Pemain asal Meksiko itu juga menyebut perjalanan menggunakan kapal menjadi pengalaman baru baginya. Setelah menyeberang, Rivera bersama seluruh rombongan masih harus menempuh perjalanan darat dari Merak menuju Surabaya.

“Pertama kalinya saya bepergian seperti ini, di kapal, di Indonesia. Setelah perjalanan bus, kami berharap semuanya baik-baik saja dan kami bisa cepat tiba di Surabaya,” katanya.

Perjalanan panjang ini menjadi konsekuensi dari penyesuaian transportasi akibat kondisi penerbangan yang terdampak aktivitas Gunung Anak Krakatau. Sebelumnya, sejumlah penerbangan di Bandara Internasional Juanda juga mengalami penyesuaian operasional akibat dampak berantai gangguan penerbangan di wilayah Jakarta dan Lampung.

Persebaya sendiri baru saja mengawali kompetisi Super League 2026/2027 dengan menghadapi Bhayangkara FC di Lampung. Pertandingan tersebut berakhir imbang 1-1.

Skuad Persebaya kini harus mengalihkan fokus dari perjalanan panjang menuju laga kandang berikutnya. Tim dijadwalkan menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada 13 September 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article