Surabaya, IDN Times - De Red FC resmi membuka kartu. Sebanyak 32 pemain diperkenalkan sebagai kekuatan tim yang akan bertarung pada Pegadaian Championship musim 2026/2027.
Skuad tersebut diperkenalkan dalam launching tim di Graha Pena, Surabaya. Komposisi pemain menunjukkan De Red FC menyiapkan kedalaman di hampir seluruh sektor, mulai dari penjaga gawang, lini belakang, gelandang, hingga barisan depan.
CEO De Red FC Daniel Rohi mengatakan launching menjadi momentum untuk memperkenalkan wajah tim sekaligus identitas klub kepada masyarakat, khususnya pencinta sepak bola Surabaya dan Jawa Timur.
“Ini menjadi momentum penting bagi kami untuk memperkenalkan pemain dan official yang akan bersama-sama berjuang musim ini. Kami ingin membangun tim yang tidak hanya memiliki kualitas di lapangan, tetapi juga memiliki semangat dan identitas yang kuat,” ujar Daniel.
Dari 32 pemain yang diperkenalkan, De Red FC memiliki empat penjaga gawang, yakni Panggih Prio Sembodho, Dimas Galih Pratama, M Fajar Ali Syahbana dan Ruben Rafli Hartanto.
Sektor pertahanan dihuni 11 pemain. Di posisi center back terdapat Keven Alleson Rubim de Moraes, Wisal El Burji, Rizky Dwi Nugraha Asyari, Fava Sheva Rustanto dan Achmad Riyadi.
Sementara posisi bek kanan diisi Moch Irvan Febrianto dan Rical Vieri. Adapun sektor bek kiri diperkuat Irwanto Bajo, Rayhan Putra Bayu Aji, Hattam Pratama dan Rangga Wijaya.
Kekuatan lini tengah diisi delapan pemain. Mereka adalah Adam Maulana, Ahmad Fahd Alchoir, Genta Alparedo, Braif Fatari, Abdul Aziz, Hanis Sagara Putra, Ji Da Bin dan Muhammad Danial El Zeno.
Untuk sektor sayap, De Red FC memiliki enam pemain. Posisi left wing forward dihuni Moch Supriadi, Muh Sadeva dan Umar Thoriq. Sedangkan right wing forward diisi Giofani, Ryanata Yoga Permana dan Moh Atha Jabrani.
Sementara tiga pemain diplot sebagai striker, yakni Fellipe Cabral Veloso dos Santos, Titan Agung Bagus Fawwazi dan Kahar Kalu.
Komposisi tersebut membuat De Red FC memiliki opsi cukup beragam untuk meracik strategi sepanjang kompetisi. Apalagi, tim ditangani pelatih berpengalaman Aji Santoso yang dituntut mengubah kumpulan pemain tersebut menjadi unit yang solid di lapangan.
Aji menegaskan, launching bukanlah garis akhir persiapan. Setelah skuad diperkenalkan kepada publik, pekerjaan terbesar justru dimulai, yakni memastikan seluruh pemain mampu bekerja dalam satu sistem permainan.
“Yang terpenting setelah launching ini adalah bagaimana kami bekerja sebagai sebuah tim. Kompetisi tentu tidak mudah, jadi kami harus terus bekerja keras, menjaga kekompakan, dan menjalankan apa yang sudah kami persiapkan,” kata Aji.
Pelatih asal Malang itu juga menekankan pentingnya mental bertanding. Menurutnya, kualitas individu tidak akan cukup jika tidak dibarengi disiplin dan keberanian menjalankan instruksi tim.
“Target kami tentu memberikan yang terbaik di setiap pertandingan. Saya ingin pemain memiliki mental bertanding yang kuat, disiplin, dan berani bermain sesuai karakter yang kami bangun,” pungkasnya.
