Malang, IDN Times - Arema FC baru saja merampungkan mega transfer Alfeandra Dewangga Santosa dari Persib Bandung. Kehadiran Dewangga bisa memperkokoh lini pertahanan Singo Edan yang juga baru saja mempermanenkan Hansamu Yama yang sama-sama bek berlabel Tim Nasional (Timnas) Indonesia.
Alasan Dewangga Menyeberang ke Arema FC

1. Hanya Arema FC yang serius mendekati Dewangga, jadi alasan sang pemain menyebrang ke ''Biru Timur''
Dewangga sendiri mengungkapkan jika alasannya akhirnya menerima pinangan Arema FC karena hanya klub berlogo singa ini yang serius melakukan penjajakan. Manajemen Arema FC bahkan berani menebus Dewangga dengan skema transfer karena ia masih memiliki sisa kontrak selama 1 tahun dj Maung Bandung.
"Sebenarnya itu karena agen saya, jadi saya cuma dapat kabarnya musim depan ke Arema, karena saya mikirnya kan saya masih ada satu musim di Persib. Sebenarnya ada beberapa tim juga yang minat, cuman yang saya tahu dari info agen, cuman Arema yang berani transfer fee ke Persib," terangnya pada Rabu (8/7/2026).
Dewangga juga membeberkan kalau ia merasa mendapatkan kepercayaan tinggi dari Arema FC usai bertemu Iwan Budianto (IB) selaku CEO Arema FC. Setelah bertemu IB, Dewangga jadi termotivasi untuk mengembalikan Singo Edan ke papan atas klasemen Super League.
2. Selalu mendapatkan tim berkostum biru, Dewangga merasa ini seperti takdir
Satu fakta unik dari transfer Dewangga ke Arema FC adalah bahwa ia sepanjang karirnya selalu memperkuat tim yang identik dengan jersey biru. Pemain 25 tahun ini memang memulai karir dengan membela PSIS Semarang sejak 2019, kemudian terbang ke Bandung untuk memperkuat Persib pada 2025, dan kini ia mendarat di Kota Malang.
"Sebenarnya kalau dilihat seberapa biru sih, kaget sih sebenarnya. Saya juga selama 3 tim ini, saya baru sadar kok biru semua gitu. Gak ada pikiran mau pindah dari tim biru ke biru lainnya, mungkin karena jodohnya baju biru jadi ke biru lagi," bebernya.
Sama seperti PSIS dan Persib, Dewangga juga melihat Arema FC sebagai salah satu tim legendaris dengan sejarah panjang di Indonesia. Jadi ia sangat bersemangat bisa bergabung dengan Singo Edan. Ia juga sangat penasaran dengan nomor punggung yang akan dia dapat di tim ini.
"Sebenarnya saya maunya (nomor punggung) 19, karena dari musim ke musim kan orang tahunya saya nomor 19. Tapi karena nomor 19 udah dipake Achmad (Maulana dan dia minta ke saya agar nomor 19 biar dia yang pake. Yasudah saya bilang gak apa, saya nanti pake nomor lain. Rencana pake nomor berapa, nanti lah nunggu rilisnya," ujarnya.
3. Banyak pemain asing yang sudah fasih berbahasa Indonesia, Dewangga merasa mudah beradaptasi
Lebih lanjut, Dewangga mengaku bisa mudah beradaptasi karena sudah banyak pemain lokal yang ia kenal di Arema FC. Selain itu, ia juga kaget karena beberapa pemain asing Singo Edan sidah fasih berbahasa Indonesia seperti Julian Guevara. Dengan lancarnya komunikasi ini, ia merasa akan semakin mudah dalam melakukan koordinasi permainan.
"Pelatih juga enak, pemain-pemain juga welcome. Jadi apalagi ada pemain asing yang bisa bahasa Indonesia jadi lebih nyatu kita," pungkasnya.