9 Laga Tanpa Menang, Ada Apa Persebaya?

Persebaya Surabaya mengalami penurunan grafik performa di Liga 1 Indonesia 2023/2024. Mereka gagal menang dalam sembilan pertandingan berturut-turut. Hasil itu untuk sementara mengantarkan Bajol Ijo berada pada titik terendahnya musim ini.
Selain itu, Persebaya sedang dibayang-bayangi ancaman zona degradasi di Liga 1. Itu terjadi lantaran mereka belum mampu mengerek posisi di papan klasemen sementara. Bertengger di tangga ke-13 dengan 26 poin, Persebaya hanya terpaut dua tangga dari zona merah kompetisi.
Berikut fakta di balik keterpurukan Persebaya di Liga 1 2023/2024.
1. Gombau dipecat, kedatangan kembali Uston belum berbuah hasil

Persebaya dalam laga menghadapi Persija pada pekan ke-22 Liga 1 2023/2024. (instagram.com/officialpersebaya) Persebaya sedang terbelenggu momentum buruk di Liga 1 2023/2024. Bagaimana tidak, mereka gagal meraih kemenangan dalam 9 pertandingan berturut-turut dengan catatan 5 seri dan 4 kalah. Itu benar-benar membuat Bajol Ijo frustrasi sejauh ini.
Rekor buntu itu sendiri dimulai sejak masa kepelatihan Josep Gombau. Ketika itu, Manajer asal Spanyol itu gagal membawa Persebaya cemerlang. Dalam 4 laga, mereka cuma bisa meraih 1 hasil imbang dan 3 hasil kalah. Mereka tak berdaya saat melawan Dewa United, Persib Bandung, Bali United, dan Persik Kediri.
Setelah itu, Persebaya bikin keputusan krusial dengan memutus kontrak kerja Gombau sebagai manajer tim. Lalu, mereka kembali mengangkat Uston Nawawi sebagai nakhoda baru Bajol Ijo. Kedatangan Uston diharapkan bisa mengangkat kembali performa Persebaya. Maklum, ia sebelumnya jadi juru selamat usai Persebaya memecat Aji Santoso. Uston sempat membukukan 4 kemenangan dan 1 hasil seri dalam 5 pertandingan.
Hanya saja, Persebaya belum berubah banyak bersama Uston kali ini. Mereka hanya mengemas 4 seri dan 1 kalah dalam 5 laga terakhir di Liga 1 2023/2024.
2. Sektor penyerangan Persebaya masih buntu

Paulo Henrique (instagram.com/officialpersebaya) Persebaya sebenarnya telah melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki keadaan. Tetapi, usaha yang dilakukan itu belum berbuah positif. Bajol Ijo masih membutuhkan waktu untuk menikmati seluruh hasil kerja keras mereka saat ini. Banyak problematika yang dialami Persebaya. Beberapa di antaranya adalah buruknya performa sektor serang.
Persebaya masih kelimpungan menghadapi masalah ini. Mereka punya catatan minor dengan hanya mengemas 7 gol dalam 9 laga. Padahal, mereka telah melakukan upaya dengan mendatangkan striker baru, Paulo Henrique, sejak putaran kedua Liga 1. Tetapi, bomber asal Brasil itu belum menunjukkan kapasitasnya usai membukukan 1 gol saja dalam 4 laga.
3. Ada perbaikan di lini bertahan, tapi tak cukup mengangkat performa tim

Yan Victor (instagram.com/yanvictoraveiro) Di lain sisi, performa lini pertahanan Persebaya sebenarnya telah berubah meski tak signifikan. Buktinya mereka hanya kebobolan 3 gol dalam 4 laga terakhir. Padahal, sebelumnya Bajol Ijo sempat kebobolan 13 gol dalam 5 laga. Upaya Persebaya kali ini terbilang cukup berhasil usai merubah strategi memakai dua bek asing.
Yan Victor jadi bek yang baru direkrut Persebaya sejak putaran kedua Liga 1. Perannya begitu penting. Bek asal Brasil itu langsung beradaptasi dengan cepat setelah jadi tandem utama bek Persebaya asal Serbia, Dusan Stevanovic. Sayangnya, berkurangnya jumlah kebobolan tak berbanding lurus dengan penampilan tim secara keseluruhan.
4. Performa Bruno Moreira juga menurun usai komposisi pemain asing Persebaya dirombak

Bruno Moreira (instagram.com/brunomoreira99) Keseriusan Persebaya untuk berbenah begitu terlihat sejak paruh musim Liga 1 2023/2024. Buktinya, mereka berani merombak skuad pemain asing yang ada. Bajol Ijo melakukan itu dengan mendatangkan 3 pemain baru dan melepas 3 pemain lama.
Ketiga penggawa asing anyar yang menghiasi skuad Persebaya saat ini adalah Paulo Henrique, Robson Duarte, dan Yan Victor. Kedatangan mereka masing-masing mengganti peran Paulo Victor, Sho Yamamoto, dan Ze Valente. Sayang, sepertinya keputusan perombakan pemain asing ini menimbulkan masalah baru bagi Persebaya.
Bintang Bajol Ijo, Bruno Moreira, diketahui sedang mengalami penurunan statistik penampilan. Ia baru mencetak 1 gol dalam 4 pertandingan terakhir. Penurunan itu terjadi sejak komposisi pemain asing Persebaya dirombak. Sepertinya, Bruno harus beradaptasi lagi dengan keberadaan Henrique, Duarte, dan Victor.
Persebaya Surabaya masih mempunyai asa yang besar untuk bangkit di Liga 1 Indonesia 2023/2024. Itu bisa dilakukan jika mereka mau bekerja keras dan solid untuk memperbaiki kekurangan yang ada. Optimas bangkit, rek?





















