Pemandangan Gunung Bromo dari Cemorolawang. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Hendra Gunawan menyampaikan jika mereka melihat adanya peningkatan aktivitas Gunung Bromo berupa hembusan asap kawah berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal. Ditambah tekanan sedang hingga kuat dari dalam kawah Gunung Bromo.
Padahal pada beberapa bulan sebelumnya mereka melihat hembusan asap kawah Gunung Bromo masih berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal, kemudian juga tekanan kawah masih dalam intensitas lemah sampai sedang dengan ketingian berkisar 50 hingga 900 meter dari puncak. Warna hembusan asap kawah kelabu ini umumnya disertai dengan material abu vulkanik.
"Pengamatan kegempaan menunjukkan masih terekamnya tremor menerus dengan amplitudo 0.5-1 mm (dominan 0.5 mm) yang disertai pula terekamnya gempa vulkanik dalam 3 kali kejadian selama bulan Desember 2023. Hal ini menunjukkan adanya proses fluktuasi tekanan di dalam tubuh Gunung Bromo yang disertai oleh aliran fluida ke permukaan," terangnya saat dikonfirmasi pada Kamis (14/12/2023).
Ia juga mengungkap pengamatan deformasi dengan menggunakan peralatan Borehole Tiltmeter dan Tiltmeter. Hasilnya menunjukkan adanya pola kecenderungan inflasi atau peningkatan tekanan di sekitar tubuh Gunung Bromo selama bulan Desember 2023.