Gas subsidi 3 kg hanya untuk masyarakat miskin. (FOTO: IDN Times/ Agung Sedana)
Sementara Nurhadi pemilik kios di Kecamatan Genteng, mengaku sistem booking atau pre order muncul dari ide masyarakat. Secara pribadi dia tidak membedakan pembeli menggunakan sistem tersebut atau langsung ke kios miliknya.
"Sebenarnya tidak ada sistem (booking) seperti itu. Saking saja dari pembeli yang memesan dulu, katanya takut kehabisan," ungkapnya.
Untuk melakukan pemesanan gas ini, masyarakat biasanya membayar terlebih dahulu. Agar pendistribusian merata, Nurhadi membatasi agar setiap masyarakat tidak membeli gas lebih dari 1 tabung.
"Ada yang bawa dua tabung, itu tidak bisa, biar semua kebagian. Yang ambil ya biasanya masyarakat disekitar sini saja," cetusnya.