Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Viral Pocong Bersajam Berkeliaran di Surabaya, Kata Polisi Cuma Iseng
Pocong Bersajam berkeliaran di Surabaya. (Dok. Istimewa)
  • Sebuah foto pocong membawa senjata tajam viral di Surabaya Utara, tepatnya di sekitar kawasan Kalisosok, dan menimbulkan keresahan warga yang melintas.
  • Polsek Bubutan melakukan patroli serta pengecekan langsung ke lokasi dan tidak menemukan keberadaan pocong tersebut; polisi menduga aksi itu ulah orang iseng untuk konten.
  • Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada kabar viral tanpa verifikasi serta segera melapor ke hotline 110 jika menemukan kejadian mencurigakan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Teror pocong membawa senjata tajam viral berkeliaran di sektor Penjara Kalisosok, Bubutan. Polisi pun telah memantau ramainya kabar tersebut.

Gambar tersebut tersebar melalui WhatsApp dan media sosial dengan disertai narasi peringatan bagi warga yang melintas di kawasan Surabaya Utara. "Ati-ati bagi seng NK Surabaya Utara," isi peringatan tersebut.

Berdasarkan gambar yang beredar, pocong tersebut tengah berdiri di ujung jalan. Terlihat ada sebuah benda panjang yang diduga parang di badan pocong tersebut.

Diketahui, pocong tersebut berada di area pergudagangan Jalan Kalisosok Kidul. Saat siang hari, area tersebut ramai aktivitas bongkar muat barang.

Polsek Bubutan Kompol Sandi Putra mengatakan, menanggapi kabar viral ini, Polsek Bubutan telah melakukan pengecekan. Hasil pemeriksaan polisi, teror pocong itu diduga ulah orang iseng. "Kami telah melakukan patroli dan pengecekan langsung di lokasi, pada Jumat 29 Mei 2026, sekitar pukul 23.52 WIB dan ternyata pocong bersenjata seperti yang beredar itu tidak ada. Indikasinya orang iseng untuk konten saja," ujarnya, Selasa 2/6/2026).

Saat melakukan pengecekan di lokasi, pihaknya juga telah meminta keterangan masyarakat sekitar. Mereka menyampaikan tidak pernah melihat adanya pocong di daerah tersebut. Ada kemungkinan pocong tersebut adalah orang yang berdandan mirip pocong atau hasil editan akal imitasi (AI) untuk keperluan konten. Tetapi, pihaknya belum bisa memastikan keduanya.

"Perkembangan teknologi saat ini memungkinkan seseorang membuat gambar atau foto yang tampak realistis, menggunakan aplikasi pengeditan maupun kecerdasan buatan," jelasnya.

Walau begitu, ia meminta masyarakat untuk tidak langsung percaya dengan kabar yang belum tentu kebenarannya. Ia mengimbau agar masyarakat melakukan verifikasi segala informasi yang viral di media sosial. "Kami mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi yang viral di medsos.

Apabila masyarakat mendapatkan kejadian mencurigakan atau kedaruratan, ia mengajak agar masyarakat melapor ke polisi. Masyarakat bisa melapor melalui hotline 110. "Laporkan kejadian mencurigakan melalui layanan darurat kepolisian, dengan memanfaatkan layanan kepolisian melalui Hotline 110, apabila menemukan kejadian darurat atau aktivitas mencurigakan," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article