Surabaya, IDN Times - Layanan Trans Jatim mulai merambah bisnis pengiriman barang melalui fitur Trans Jatim Ekspedisi (TRADISI). Program ini dikembangkan di kawasan Malang Raya, seiring masuknya Bus Trans Jatim koridor II. Tujuannya, untuk membantu distribusi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan memanfaatkan jaringan transportasi publik yang telah beroperasi.
Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa mengatakan, layanan ekspedisi tersebut menggunakan metode pool to point dan telah bekerja sama dengan dua perusahaan jasa pengiriman, yakni PT Satria Antaran Prima (SAP) dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE).
Pengembangan TRADISI juga telah menjangkau pelaku UMKM di tujuh kabupaten/kota yang dilalui layanan Trans Jatim. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mempermudah pengiriman barang sekaligus memperluas akses pasar produk usaha lokal.
"Trans Jatim Ekspedisi telah menjalin kerja sama dengan pelaku UMKM di tujuh kabupaten/kota yang dilalui layanan. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung pengiriman barang sekaligus memperkuat aktivitas usaha masyarakat," ujarnya, Minggu (1/11/2026).
Layanan pengiriman ini dapat dipantau melalui aplikasi Trans Jatim Ajaib. Paket yang dikirim juga memperoleh perlindungan asuransi dari PT Jasaraharja Putera.
Pengembangan layanan ekspedisi tersebut menjadi salah satu upaya memperluas manfaat Trans Jatim. Selama ini, layanan tersebut lebih dikenal sebagai transportasi publik yang menghubungkan berbagai wilayah dan pusat aktivitas masyarakat.
