Sebabkan bau dan pentakit, seratusan warga dari 3 desa segel TPS di lingkungan Wadung Kelurahan Parang. IDN Times/Riyanto.
DLH menilai solusi paling efektif untuk mengurangi persoalan sampah adalah pemilahan sejak dari sumbernya. Minimal, masyarakat diminta memisahkan sampah organik dan anorganik sebelum dibuang.
Menurut Eny, jika pemilahan ini dilakukan secara konsisten, sekitar 50 persen persoalan sampah dapat terselesaikan.
"Kalau sampah sudah dipilah minimal dua jenis, organik dan anorganik, 50 persen masalah sampah sebenarnya sudah selesai," ungkapnya.
Sampah organik dapat diolah menjadi kompos menggunakan berbagai metode sederhana, sedangkan sampah anorganik bisa disalurkan ke bank sampah atau pengepul barang bekas. Sementara itu, sampah residu seperti popok dan puntung rokok menjadi bagian yang perlu ditangani lebih lanjut.
Eny menegaskan, selama masyarakat belum disiplin memilah sampah dari rumah, persoalan bau, tumpukan sampah, hingga berbagai konflik terkait pengelolaan sampah akan terus berulang.
"Masalah terbesar pengelolaan sampah itu ada di pemilahan. Kalau pemilahan di sumber berjalan, pengelolaannya akan jauh lebih mudah," tegasnya.