Surabaya, IDN Times - Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar-Mahfud Jawa Timur (Jatim) mengklaim survei internal mereka untuk pasangan calon (Paslon) nomor urut 3 saat ini sudah 48 persen. Mereka pun menarget, bisa menang tebal di Jatim dengan perolehan suara 68 persen.
Ketua TPD Ganjar-Mahfud, Agus Setiadji mengatakan, untuk mencapai angka tersebut, pihaknya mengerahkan seluruh kekuatan di Jatim. TPD Jatim pun menggelar konsolidasi dengan pengurus Tim Pemenangan Cabang (TPC) di seluruh Kabupaten/Kota Jawa Timur, Selasa (8/1/2024) di Gedung Internatio, selain konsolidasi kemenangan juga untuk menyambut kedatangan Ganjar-Mahfud di Jatim dalam rangka kampanye terbuka.
"Kita sedang pada proses pertengahan kampanye. Dimana tanggal 21 (Januari) nanti adalah kampanye terbuka, yang mana pada minggu-minggu ini kita cukup banyak kegiatan termasuk kedatangan pak Ganjar juga kedatangan Prof Mahfud di Jatim," ujar Agus, Selasa (9/1/2024) malam.
Agus bilang, Jatim adalah barometer kekuatan dari Paslon nomor urut 3. Sehingga, kekuatan tersebut harus tetap dijaga.
"Kita konsolidasi, ke depan kita menjaga ritme kemenangan di Jatim agar rebound ini tetap terjaga. Sehingga pada masanya sampai 14 Februari kita bisa maksimal," ungkap dia.
Saat ini, wilayah di Jatim yang perlu disentuh lagi diantaranya, Gresik wilayah Pantura, Tapal Kuda hingga Madura. Khusus untuk Madura, cawapes Mahfud MD akan melakukan kampanye di sana.
"Madura itu ada dua kabupaten/kota yang harus kita kuatkan. Dalam minggu ini pak Mahfud akan ke Madura," terangnya.
Sementara untuk Kota Surabaya, Agus menyebut kota Surabaya merupakan basis militansi PDIP. Sehingga, warga Surabaya tak mudah dipengaruhi dengan Paslon lain.
"Surabaya adalah basisnya militansi PDIP, yang mana mereka betul-betul militan, tidak takut dan tidak mudah dipengaruhi," kata Agus.
Sementara itu, Sekretaris TPD Ganjar-Mahfud Jatim Sri Untari Bisowarno mengatakan, agar Ganjar-Mahfud menang tebal di Jatim, pihaknya akan terus gencar berkampanye dengan mensosialisasikan 21 program Ganjar-Mahfud. Program tersebut tak memerlukan APBD yang terlalu tinggi.
"Kalau dihitung 21 program itu selama 5 tahun hanya menyerap Rp 2.526 Triliun. Sementara paslon lain setahun Rp 426 Triliun dengan dua program. Tentu masyarakat akan cerdas menilai," kata dia.
Menurut Politisi PDIP ini, 21 program Ganjar-Mahfud itu merupakan program yang realistis. Tak sekedar janji kosong belaka.
"Jadi, bukan program yang diawang-awang. Apalagi, program yang satu sarjana di setiap keluarga miskin. Kemudian program insentif untuk guru agama, juga diterima dengan baik," pungkas dia.
