Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tiga Pekan Dirawat, Jemaah Haji Asal Magetan Meninggal di Mekkah
ilustrasi haji (unsplash.com/ekrem osmanoglu)
  • Akhmad Suryani, jemaah haji asal Magetan berusia 60 tahun, meninggal dunia di Jeddah setelah tiga pekan dirawat intensif akibat penurunan kondisi kesehatan.
  • Almarhum memiliki riwayat diabetes dan hipertensi yang memburuk sejak perjalanan ke Tanah Suci hingga akhirnya dirawat di Rumah Sakit King Faisal Makkah.
  • Ibadah haji almarhum dilanjutkan melalui mekanisme badal haji oleh pembimbing ibadah sektor Makkah, sementara keluarga menerima kepergian dengan ikhlas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Magetan, IDN Times - Jumlah jemaah haji asal Jawa Timur yang meninggal dunia di Arab Saudi kembali bertambah. Kali ini kabar duka datang dari rombongan jamaah haji asal Kabupaten Magetan bernama Akhmad Suryani, warga Dukuh Jetis, Desa Ngariboyo, Kecamatan Ngariboyo.

Akhmad Suryani dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (26/5/2026) pukul 20.20 waktu Arab Saudi atau Rabu dini hari WIB. Jemaah tersebut meninggal di usia 60 tahun 5 bulan.

Adik almarhum, Imam Subakti mengatakan, kakaknya itu menghadap sang Ilahi setelah menjalani perawatan intensif selama kurang lebih tiga pekan di rumah sakit di Jeddah, Arab Saudi. Suryani sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan hingga harus menjalani perawatan intensif dan menggunakan alat bantu pernapasan.

“Kami mendapat kabar meninggalnya beliau sekitar pukul 00.30 WIB. Memang sebelumnya beliau sudah sekitar tiga minggu dirawat di rumah sakit di Jeddah, sempat koma kemudian sadar lagi,” ujar Imam Subakti, Kamis (28/5/2026).

Menurut Imam, kondisi kesehatan almarhum mulai menurun sejak berada di Tanah Suci. Meski sempat mendapatkan penanganan medis intensif, kondisi almarhum terus melemah hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis setempat.

Almarhum berangkat ke Tanah Suci bersama sang istri. Meski memiliki penyakit bawaan diabetes dan jantung, saat berangkat kondisi almarhum stabil dan memenuhi syarat untuk berangkat.

“Kondisinya saat itu sudah cukup baik dan bisa beraktivitas normal, sehingga tetap diberi semangat untuk berangkat haji,” katanya.

Keluarga pun menerima kepergian almarhum dengan ikhlas. “Kami menerima dengan ikhlas. Itu sudah menjadi takdir dan pilihan terbaik dari Allah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Magetan, Ida Dwi Martini, membenarkan kabar duka tersebut. Almarhum meninggal karena memiliki riwayat diabetes dan hipertensi sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

“Pada saat sampai di Madinah, karena perjalanan jauh dan kelelahan, kondisi kesehatannya mulai menurun. Saat di Makkah beliau kemudian dirawat di Rumah Sakit King Faisal karena mengalami gangguan pernapasan,” ujar Ida.

Ida memastikan, Suryani meninggal sebelum menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji, sehingga proses ibadah haji almarhum dilanjutkan melalui mekanisme badal haji oleh pembimbing ibadah sektor Makkah.

“Beliau sudah melaksanakan umrah wajib. Kemudian untuk rangkaian Armuzna sudah dibadalkan oleh pembimbing ibadah yang ditugaskan di sektor Makkah. Insya Allah seluruh rangkaian ibadahnya sudah dijalankan,” pungkas dia.

Editorial Team

Related Article