Surabaya, IDN Times – Persebaya Surabaya menutup rangkaian uji coba pramusim dengan kemenangan tipis 1-0 atas Penang FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (15/8/2026) malam. Namun, kemenangan tersebut tak membuat Bajul Ijo terlena.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares menegaskan, hasil laga melawan klub Malaysia itu bukan tujuan utama. Pertandingan tersebut menjadi ajang terakhir untuk mengukur kesiapan tim sebelum memasuki kompetisi resmi Super League 2026/27.
"Meraih kemenangan itu bagus, tetapi untuk saat ini yang lebih penting adalah melihat apa yang perlu ditingkatkan dan apa yang sudah dilakukan dengan baik oleh tim. Karena di pertandingan hari ini, kami tidak sedang mengejar tiga poin. Kami hanya menang di laga uji coba," ujarnya seusai pertandingan.
Persebaya masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah sebelum menghadapi laga perdana Super League melawan Bhayangkara FC pada 5 September 2026. Salah satu yang menjadi perhatian adalah konsistensi permainan, terutama ketika tim kehilangan bola.
Pada laga kontra Penang FC, pelatih menilai Persebaya sempat memberikan ruang kepada lawan untuk menciptakan dua hingga tiga peluang berbahaya melalui transisi bertahan.
"Kami tidak boleh kehilangan fokus dan keseimbangan saat transisi bertahan. Jika nanti tanggal 5 September melawan Bhayangkara kami melakukan kesalahan yang sama, mereka bisa mencetak gol," katanya.
Selain aspek pertahanan, penyelesaian akhir juga menjadi sorotan. Persebaya dinilai masih perlu lebih efektif memanfaatkan ruang dan berani memainkan bola-bola terobosan dibanding terlalu sering mengandalkan umpan lambung.
Meski demikian, Tavares tetap melihat sejumlah perkembangan positif. Persebaya mampu bermain agresif dengan intensitas tinggi, melakukan eksploitasi ruang serta overlap di sejumlah momen pertandingan.
Laga kontra Penang FC juga dimanfaatkan untuk menguji kedalaman skuad. Hampir seluruh pemain mendapatkan menit bermain, termasuk pemain muda Irsyad dan pemain akademi Daffa.
"Target utama hari ini adalah memberikan menit bermain kepada semua pemain. Kami mencoba beberapa pemain di posisi berbeda. Ini penting karena kami tidak hanya bermain di Super League, tetapi juga di League Cup," jelasnya.
Rotasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pelatih menemukan komposisi terbaik sebelum kompetisi resmi bergulir. Apalagi, Persebaya harus menghadapi aturan penggunaan pemain asing yang berbeda di kompetisi mendatang.
Tavares menegaskan dirinya tidak ingin mendatangkan pemain baru hanya demi memenuhi kuota pemain asing. Bursa transfer masih terbuka, tetapi setiap perekrutan harus berdasarkan kebutuhan tim.
"Menambah pemain asing hanya demi memenuhi kuota 11 pemain tidak ada gunanya bagi saya. Kami harus menganalisis ini dengan cermat," tegasnya.
Justru, pemain lokal disebut memiliki posisi penting dalam membangun identitas Persebaya. Menurutnya, pemain lokal menjadi penghubung budaya klub dengan para pemain asing.
"Bagi saya, jantung dan identitas klub ini ada pada pemain lokal. Merekalah yang menularkan budaya dan identitas klub kepada para pemain asing," ujarnya.
Kemenangan atas Penang FC juga menjadi penutup rangkaian positif Persebaya setelah sebelumnya sukses mengangkat trofi Piala Presiden 2026. Namun, pelatih meminta skuad Green Force tidak terjebak euforia.
Trofi Piala Presiden disebutnya sudah menjadi bagian dari masa lalu dan kini disimpan sebagai koleksi klub. Fokus Persebaya sepenuhnya diarahkan ke kompetisi yang sesungguhnya.
"Trofi tersebut sudah kami dapatkan dan akan disimpan di museum. Sekarang fokus kami adalah masa kini dan masa depan," katanya.
Pemain Persebaya, Rachmat Irianto turut menilai laga melawan Penang FC menjadi pembelajaran penting bagi tim. Menurutnya, masih ada sejumlah kesalahan kecil yang harus diperbaiki sebelum kompetisi resmi.
"Di pertandingan ini memang masih banyak kekurangan, tetapi banyak juga hal-hal bagus untuk tim. Ini bisa menjadi pembelajaran buat tim ke depannya sebelum mematangkan persiapan di Liga Indonesia," ujar Rian.
Setelah laga tersebut, skuad Persebaya akan mendapatkan waktu istirahat sebelum kembali menjalani program latihan. Fokus berikutnya diarahkan pada peningkatan stamina, kondisi fisik, kontrol emosi, serta konsistensi permainan.
