Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Stok Beras di Jatim Aman Tapi Mahal
Ilustrasi beras di pasar tradisional. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Surabaya, IDN Times - Harga beras di Jawa Timur (Jatim) masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Tingginya harga beras ini dapat dipantau langsung di Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim.

Harga rata-rata beras medium di Jatim per Selasa (20/2/2024) adalah Rp11.888 per kilogram (kg). Sementara harga rata-rata tertinggi di Kabupaten Sumenep Rp14.650 per kg dan harga rata-rata terendah di Kabupaten Tulungagung Rp10.866 per kg.

Adapun harga rata-rata beras premium di Jawa Timur adalah Rp15.080 per kg. Lebih lanjut, harga rata-rata tertinggi di Kota Probolinggo Rp16.500 per kg dan harga rata-rata terendah di Kabupaten Mojokerto Rp12.487 per kg.

Berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 7 Tahun 2023 tentang Harga Eceran Tertinggi Beras, HET beras diatur berdasarkan zonasi. Untuk Zona 1 meliputi Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, dan Sulawesi, HET beras medium senilai Rp10.900 per kg sedangkan beras premium Rp13.900 per kg. 

Sementara itu, untuk Zona 2 meliputi Sumatera selain Lampung dan Sumsel, NTT, dan Kalimantan, HET beras medium sebesar Rp11.500 per kg dan beras premium Rp14.400 per kg. Adapun zona 3 meliputi Maluku dan Papua, HET beras medium sebesar Rp11.800 per kg, dan untuk beras premium sebesar Rp14.800 per kg.

Penjabat (Pj) Gubernur Jatim, Adhy Karyono mengakui kalau ada beberapa kebutuhan bahan pokok yang mengalami kenaikan. Salah satunya ialah beras. "Persoalannya ada di beras, cabai dan minyak goreng," ujarnya, Selasa (20/2/2024).

Faktor penyebab kenaikan harga beras itu, kata Adhy, ialah pembelian sejak dari petaninya. "Memang harga itu naik, karena pembelian di petani sudah tinggi," ungkap dia. Meski kenaikan beras di atas HET, Adhy menyebut kalau kondisi itu masih lebih rendah dibanding provinsi lain di Pulau Jawa.

Tak hanya itu, Adhy juga menyampaikan ketersediaan atau beras di Jatim masih sangat aman hingga enam bulan ke depan. "Saya sudah sampaikan untuk jumlah itu, itu cukup sampai enam bulan untuk stoknya. Jawa Timur memang surplus beras tetapi juga memasok provinsi lain," tegas Adhy.

"Saat ini kita turun ke lapangan dan memastikan stok bagaimana sebetulnya mana yang paling utama menurut komisi persaingan usaha soal distribusi dan sub yang harus kita treatment supaya menjelang Ramadan tidak naik betul," tambah dia.

Dikonfirmasi terpisah oleh IDN Times, Kepala Perum Bulog Kanwil Jatim, Ermin Tora menyebut, kalau stok beras di Bulog Jatim sebanyak 150.000 ton. Dia optimistis stok ini ke depannya akan bertambah.

"Stok beras di Bulog Jatim saat ini sekitar 150.000 ton dan masih akan bertambah," kata dia.

Senada dengan Adhy, Ermin juga memastikan kalau stok yang ada sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Bulan Ramadan. "Stok sangat cukup untuk memnuhi kebut bantuan pangan dan stabilisasi harga pada bulan puasa dan lebaran," pungkasnya.

 

Editorial Team

Related Article