Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Siswa MTs di Blitar Tewas, Dianiaya Saat Pergantian Jam Pelajaran

Siswa MTs di Blitar Tewas, Dianiaya Saat Pergantian Jam Pelajaran
ilustrasi penganiayaan. IDN Times/ istimewa
Share Article

Blitar,IDN Times - Kemenag Kabupaten Blitar menyayangkan adanya kasus penganiayaan di MTS Blitar, yang menyebabkan korban berinisal AJH (14) meninggal dunia. Mereka mengimbau kepada seluruh satuan pendidikan untuk selalu mengawasi akti vitas pelajar di sekolah. Sekolah juga diminta untuk lebih memperhatikan pendidikan karakter dan menekankan profil pelajar Pancasila. Berdasarkan laporan yang didapat Kemenag Blitar, korban dianiaya saat pergantian jam pelajaran.

1. Pelaku pukul korban sebanyak 3 kali

Kasi Pendma Kemenag Kabupaten Blitar, Baharudin. IDN Times/ istimewa
Kasi Pendma Kemenag Kabupaten Blitar, Baharudin. IDN Times/ istimewa

Kasi Pendma Kemenag Kabupaten Blitar, Baharudin mengatakan pihaknya telah melakukan kondirmasi ke pihak sekolah terkait kejadian ini. Pelaku dan korban diketahui berbeda kelas. Kejadian berlangsung saat peralihan jam pelajaran. Pelaku memasuki ruang kelas korban dan langsung menuju bangkunya. Pelaku lalu memukul korban sebanyak tiga kali. " Kebetulan mengenai titik vital sehingga korban tidak sadarkan diri," ujarnya, Sabtu (26/08/2023).

2. Pelaku diduga marah karena ditegur korban

Jenazah korban saat hendak dibawa ke RSUD Srengat. IDN Times/ istimewa
Jenazah korban saat hendak dibawa ke RSUD Srengat. IDN Times/ istimewa

Sehari sebelum kejadian, pelaku sempat ditegur oleh korban karena masuk ke kelasnya saat jam istirahat. Diduga hal ini yang membuat pelaku tersinggung dan menganiaya korban keesokan harinya. Teman kelas korban sebenarnya sudah berusaha melerainya. Namun, mereka tidak dapat menghentikan pelaku memukul korban.

"Kejadian terjadi saat pergantian jam, jadi guru nya belum masuk ke dalam kelas," tuturnya.

3. Lakukan mitigasi untuk pastikan hak anak terpenuhi

Jenazah korban saat hendak dibawa ke RSUD Srengat. IDN Times/ istimewa
Jenazah korban saat hendak dibawa ke RSUD Srengat. IDN Times/ istimewa

Kasus tersebut kini ditangani oleh Polres Blitar Kota. Pelaku telah diamankan untuk proses lebih lanjut. Meskipun begitu Baharudin menegaskan pihaknya tetap memperhatikan aspek masa depan anak. Terlebih pelaku juga masih berusia dibawah umur. "Kejadian apapun merupakan bagian dari aspek pembinaan, tugas kami melakukan mitigasi terkait pemenuhan hak anak untuk masa depannya terjaga," pungkasnya.

Sebelumnya seorang siswa MTS Blitar dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi tak sadarkan diri pada Jumat (26/08/2023). Dari hasil pemeriksaan korban ternyata sudah meninggal dunia karena dianiaya oleh teman sekolahnya. Tim medis menemukan luka memar di bagian belakang leher korban. Jenazah lalu dibawa ke RSUD Srengat untuk menjalani proses autopsi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah

Latest News Jawa Timur

See More

Gak Kapok, Belasan Pendaki Semeru Masih Nekat Tembus Jalur Ilegal

17 Jun 2026, 07:27 WIBNews