Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kuasa Hukum Julianto Tuding Keterangan Saksi Tidak Konsisten
Tim kuasa hukum JE saat memberikan keterangan usai sidang di PN Malang. IDN Times/Alfi Ramadana

Malang, IDN Times - Sidang lanjutan kasus kekerasan seksual dengan terdakwa JE kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang, Rabu (9/3/2022). Agenda sidang kali ini adalah pemeriksaan saksi. Ada dua saksi yang dihadirkan pada persidangan untuk memberikan keterangan terkait kasus yang menyeret Julianto selaku pemilik sekolah SMA SPI tersebut.

1. Kuasa hukum JE sebut keterangan saksi tidak konsisten

Tim kuasa hukum JE saat memberi keterangan usai sidang di PN Malang. IDN Times/Alfi Ramadana

Sidang sendiri dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan baru selesai pukul 16.30 WIB. Usai sidang berakhir penasehat hukum Julianto, Jeffry Simatupang menjelaskan bahwa sidang berjalan sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Selama proses persidangan, pihaknya menemukan keterangan BAP yang tidka konsisten dari saksi yang dihadirkan. 

"Kami berhasil menggali kebenaran. Ada ketidakkonsistenan antara satu BAP dengan BAP yang lain dan keterangan yang satu dan lainnya. Kami berharap kebenaran bisa diungkap," urainya Rabu (9/3/2022). 

2. Fakta persidangan tidak sejalan dengan BAP

selamatpagiindonesia.org

Lebih jauh, Jeffry menambahkan bahwa bentuk ketidakkonsistenan yang dimaksud adalah keterangan yang disampaikan di persidangan ada yang tidak sesuai dengan BAP. Selain itu BAP pertama dan kedua juga tidak sama. Ketika pihaknya berupaya mendalami hal tersebut, saksi korban dan saksi pelapor agak kesulitan memberikan keterangan secara rinci. Beberapa diantaranya terkait kapan waktu terjadinya hingga dimana terjadinya. "Jadi ketika kami coba kejar untuk dalami, keterangannya berubah-ubah dan tidak konsisten," imbuhnya. 

3. Yakin kliennya tak bersalah

Sidang perdana kasus SMA SPI dilakukan di PN Malang. IDN Times/Alfi Ramadana

Lantaran hal tersebut, Jeffry meyakini bahwa apa yang dituduhkan kepada kliennya belum bisa dibuktikan. Dirinya juga masih meyakini bahwa kliennya tidak bersalah atas kasus tersebut. Terlebih setelah melihat fakta persidangan yang menurutnya tidak konsisten dengan BAP. "Sampai saat ini kami masih yakin bahwa klien kami tidak bersalah," sambungnya. 

4. Tetap hormati proses hukum

selamatpagiindonesia.org

Terlepas dari itu, Jeffry menyebut bahwa pihaknya tetap menghormati proses hukum yang berjalan. Tetapi dirinya menyebut bahwa memang ada ketidakkonsistenan antara fakta persidangan dan BAP. Hal itulah yang membiat dirinya percaya bahwa kliennya memang tidak melakukan apa yang dituduhkan. 

"Memang tidak semua bisa kami sampaikan seperti apa bentuk tidak konsistennya. Karena kami menghormati hukum yang berlaku dan juga privasi," pungkasnya. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article