Surabaya, IDN Times - Kebakaran di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD Dr. Soetomo Surabaya dipastikan tidak mengganggu status akreditasi rumah sakit rujukan nasional tersebut. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menegaskan layanan medis utama dan fasilitas standar internasional tetap berjalan meski sejumlah alat dan ruangan terdampak kebakaran.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jatim, Adhy Karyono mengatakan RSUD Dr. Soetomo masih memiliki fasilitas cadangan yang memadai untuk menjaga mutu pelayanan kesehatan dan standar akreditasi rumah sakit.
"Oh enggak, itu kan sebetulnya tetap ada ruangan lain yang bisa kita fungsikan dan peralatan yang kita cadangkan,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).
Menurut Adhy, RSUD Dr. Soetomo masih memiliki enam ruang operasi berstandar internasional yang tetap dapat digunakan untuk menunjang pelayanan pasien pascakebakaran. “Kita punya ruang operasi yang standar internasional juga ada enam,” katanya.
Meski demikian, Adhy mengakui dampak kebakaran membuat daftar tunggu pelayanan pasien berpotensi meningkat sementara waktu. Hal itu terjadi karena sebagian fasilitas layanan jantung terpadu masih dalam proses pemulihan.
"Hanya saja pelayanannya, daftar tunggunya semakin tinggi. Kalau sudah beroperasi lagi baru kita normal kembali,” jelasnya.
Pemprov Jatim saat ini juga mulai melakukan pemulihan penuh terhadap fasilitas yang terdampak kebakaran di Gedung PPJT. Salah satu langkah yang dilakukan yakni berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk penggantian alat kesehatan yang terbakar.
"Kemarin kita sudah koordinasi dan melaporkan ke Menteri Kesehatan. Ada pernyataan memang akan dibantu untuk peralatan yang terbakar,” ungkap Adhy.
Alat yang terdampak salah satunya adalah cathlab atau alat kateterisasi jantung. Tercatat ada tiga unit cathlab yang terbakar dalam insiden tersebut.
Selain penggantian alat, Pemprov Jatim juga menghitung total kerugian akibat kebakaran yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp10 miliar. Kerusakan disebut tidak hanya terjadi pada alat kesehatan, tetapi juga ruangan gedung hingga lantai atas.
“Ruangan sampai atas itu harus diganti. Ya, lebih dari Rp10 miliar,” tegasnya.
Meski sempat terjadi kepanikan saat kebakaran berlangsung, Adhy memastikan pelayanan kesehatan di RSUD Dr. Soetomo kini mulai kembali berjalan normal. Evakuasi pasien disebut dilakukan cepat sehingga aktivitas rumah sakit dapat dipulihkan dalam waktu singkat.
"Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat, walaupun terjadi kebakaran, pelayanan mulai kemarin sudah bisa dilakukan lagi,” pungkasnya.
