Sejumlah Wilayah di Kabupaten Malang Rawan Bencana saat Pilkada 2024

Malang, IDN Times - Pemungutan suara Pilkada 2024 akan dilaksanakan pada 27 November 2024. Sehingga diprediksi musim penghujan di Indonesia akan dimulai bersama dengan Pilkada 2024.
Kondisi ini cukup mengkhawatirkan karena sejumlah wilayah di Kabupaten Malang berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi. Oleh karena itu, Bawaslu Kabupaten Malang bersama BPBD Kabupaten Malang mulai memetakan wilayah-wilayah rawan bencana saat Pilkada Kabupaten Malang.
1. Bawaslu Kabupaten Malang membeberkan wilayah-wilayah yang rawan bencana hidrometeorologi

Ketua Bawaslu Kabupaten Malang, Mohammad Wahyudi mengatakan jika bencana hidrometeorologi jadi kekhawatiran pihaknya saat Pilkada 2024. Ia mencontohkan wilayah Kecamatan Pujon yang setiap tahun rutin mengalami bencana tanah longsor dan pohon tumbang.
"Misalnya di Kecamatan Pujon sering terjadi bencana hidrometeorologi. Kemudian di perbatasan Ampelgading itu dekat dengan Gunung Semeru. Kerawanan ini karena letak geografis," terangnya saat dikonfirmasi pada Kamis (22/82024).
Selain itu, wilayah Malang Utara seperti Kecamatan Lawang, Kecamatan Singosari, hingga Kecamatan Karangploso juga rawan dengan ancaman angin kencang.
2. Bawaslu Kabupaten Malang mewaspadai banjir di Desa Sitiarjo

Salah satu wilayah yang jadi perhatian Bawaslu Kabupaten Malang adalah Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Pasalnya setiap memasuki musim penghujan, wilayah ini jadi langganan banjir. Bahkan ketinggian banjir bisa melebihi 1 meter.
"Kemudian di Desa Sitiarjo selalu terjadi banjir setiap memasuki musim penghujan. Bahkan pernah komunikasi kita terputus dengan kawan-kawan di sana. Karena setiap tahun terjadi, kita lakukan langkah antisipasi," bebernya.
3. Bawaslu Kabupaten Malang akan bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Malang

Untuk mengantisipasi bencana yang jadi ancaman saat Pilkada 2024, Bawaslu Kabupaten Malang akan bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Malang. Setiap kecamatan akan disiagakan petugas BPBD Kabupaten Malang agar cepat tanggap jika terjadi bencana alam.
"Kita selalu berkoordinasi dengan kawan-kawan BPBD Kabupaten Malang. Karena Pilkada 2024 ini rawan terjadi bencana karena saat musim penghujan," pungkasnya.
















