Surabaya, IDN Times - Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara Jawa Timur tengah menyiapkan aksi bertajuk "Bersiap Menuju Reformasi Jilid II." Aksi untuk menyikapi kondisi Indonesia saat ini, mulai dari melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga program populis Prabowo Gibran yang dianggapnya membebani negara.
Koordinator Daerah BEM Nusantara Jawa Timur, Muhammad Zainnur Abdillah mengatakan, rencana aksi tersebut berangkat dari keresahan mahasiswa terkait dengan kondisi Indonesia saat ini. Terlebih, ada beberapa program-program Prabowo-Gibran yang dirasa membebani ekonomi negara.
"APBN kita banyak terserap ke program-program itu, sedangkan masih banyak loh pos-pos anggaran yang harus disubsidi oleh negara hari ini," ungkap dia.
Salah satu program yang disoroti BEM Nusantara Jatim adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). MBG yang awalnya untuk untuk menuntaskan masalah gizi anak-anak Indonesia itu, kini justru menjadi mainan rasuah bagi pihak-pihak tertentu.
"Kemudian yang kedua, beberapa program Koperasi Desa Merah Putih hari ini pun masih belum berjalan selayaknya program itu yang diharapkan, kemudian menyejahterakan rakyat-rakyat yang ada di desa," ungkap dia.
"Ada lagi juga beberapa program pembangunan batalion-batalion itu juga banyak menyerap anggaran, ya. Hari ini program-program itu yang kita maksud cukup membebani ekonomi hari ini, gitu," imbuhnya.
Mahasiswa Universitas Merdeka Madiun ini menuturkan, rencana aksi tersebut merupakan bom waktu atas apa yang terjadi di Indonesia belakangan terakhir. Bila pemerintah tak segera bebenah, gelombang protes akan kembali terjadi.
"Kalau memang pemerintah hari ini sudah mengalami krisis politik dan krisis ekonomi sudah terjadi, maka momentum reformasi seperti tahun '98 bisa mungkin terjadi," ungkap dia.
BEM Nusantara Jatim tak mau sekedang aksi, untuk itu mereka terlebih dahulu melakukan konsolidasi untuk menyamakan persepektif, menentukan tuntutan, hingga skema aksi. Dengan harapan, apa yang mereka suarakan bisa sampai ke pemerintah pusat.
"Makanya kita menaikkan judul reformasi jilid 2 agar ada trigger dari pemerintah hari ini segera sadar," terang dia.
Konsolidasi akan dilakukan pada 16 Juni 2026. Setelah, aksi akan digelar di beberapa titik di Jatim, mulai dari Surabaya, Malang, Sidoarjo, Gresik dan beberapa daerah lainnya.
"Makanya, kita di daerah Jawa Timur juga enggak mau cuma diam melihat situasi sekarang ini. Akhirnya kita sepakat untuk melakukan konsolidasi di tanggal 16 nanti. Saya juga koordinasi ke teman-teman untuk segera melakukan kajian di masing-masing kampus," ungkap dia.
