Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Masih Ada SPPG yang Kena Suspend, Belum Semua Siswa di Magetan Terima MBG
Tumpukan menu MBG yang disajikan kepada para siswa. IDN Times/Riyanto.
  • Ribuan siswa di Magetan belum bisa menikmati Program Makan Bergizi Gratis karena lima dapur SPPG masih berstatus suspend pada awal tahun ajaran baru.
  • Dari total 70 dapur MBG, sebanyak 61 sudah beroperasi, empat siap berjalan, sementara lima lainnya tertunda akibat pembangunan instalasi pengolahan air limbah yang belum rampung.
  • Pemerintah Kabupaten Magetan mempercepat penyelesaian IPAL agar seluruh dapur segera aktif dan semua siswa dapat kembali menerima makanan bergizi gratis tanpa penundaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Magetan, IDN Times – Hari pertama masuk sekolah setelah libur semester belum sepenuhnya membawa kabar baik bagi ribuan pelajar di Kabupaten Magetan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan kembali berjalan ternyata belum bisa dinikmati seluruh siswa karena lima dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih berstatus suspend. Akibatnya, ribuan siswa di wilayah layanan lima dapur tersebut harus bersabar menunggu distribusi makanan bergizi hingga fasilitas pendukung dinyatakan memenuhi syarat operasional.

1. Baru 61 dari 70 dapur MBG yang kembali beroperasi

50 orang karyawan SPPG bekerja sejak tengah malam hingga dini hari menyiapkan 3500 porsi untuk anak anak. IDN Times/Riyanto.

Satgas MBG Pemerintah Kabupaten Magetan, Awang Arifaini, mengatakan dari total 70 SPPG yang telah dibangun, baru 61 dapur yang kembali beroperasi sejak 13 Juli 2026. Sementara empat dapur lainnya sudah siap beroperasi dalam waktu dekat.

"Dari 70 SPPG di Magetan, sebanyak 61 sudah operasional, empat siap running, dan lima masih suspend karena IPAL belum beres," kata Awang, Selasa (14/7/2026).

Dengan kondisi tersebut, sebagian besar sekolah kembali menerima layanan MBG. Namun, ribuan siswa di wilayah yang masih dilayani lima dapur suspend belum memperoleh makanan bergizi gratis pada awal tahun ajaran baru.

2. Lima SPPG masih terkendala pembangunan IPAL

Ilustrasi IPAL SPPG. IDN Times/Istimewa.

Lima dapur yang belum diizinkan beroperasi berada di Karas Temboro, Karas Temboro 2, Kawedanan Kawedanan, Sukomoro Tambakmas, dan Bendo Bendo. Ia menyebut jika kendala utamanya bukan pada ketersediaan bahan makanan maupun tenaga memasak, melainkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang belum selesai dibangun.

"Selama fasilitas tersebut belum memenuhi standar, dapur belum diperbolehkan melakukan aktivitas memasak maupun mendistribusikan makanan kepada siswa," jelasnya.

Situasi ini otomatis membuat ribuan pelajar yang menjadi penerima manfaat di wilayah layanan lima SPPG tersebut belum bisa menikmati Program MBG seperti sekolah lain yang sudah dilayani dapur operasional.

3. Pemkab kebut penyelesaian agar seluruh siswa segera menerima MBG

Ilustrasi siswa ambil MBG. IDN Times/Riyanto.

Awang menjelaskan IPAL merupakan syarat wajib bagi setiap SPPG karena berfungsi mengolah limbah dapur agar tidak mencemari lingkungan. "Pemerintah Kabupaten Magetan bersama pihak terkait kini berupaya mempercepat penyelesaian pembangunan IPAL di lima SPPG tersebut," ujarnya.

Pemkab Magetan berharap proses pembangunan segera tuntas sehingga seluruh dapur MBG dapat beroperasi penuh. Dengan begitu, seluruh siswa penerima manfaat di Kabupaten Magetan dapat kembali menikmati Program Makan Bergizi Gratis tanpa harus menunggu lebih lama.

Curated For You

Editorial Team

Related Article