Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PSBB Surabaya, Pemkot Waspada Penularan di Pasar Tradisional
Suasana di pasar Kosagra, Rungkut, Surabaya. IDN Times/Faiz Nashrillah

Surabaya, IDN Times - Pasar merupakan salah satu pusat penyebaran COVID-19 yang massif di Kota Surabaya. Jelang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan bahwa pasar akan dijaga ketat agar tidak menimbulkan klaster baru selama PSBB.

1. Physical distancing hal utama yang harus dijaga dalam pasar

Suasana di pasar Kosagra, Rungkut, Surabaya. IDN Times/Faiz Nashrillah

Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro menuturkan, pasar merupakan salah satu pengecualian tempat publik yang masih diperbolehkan buka selama PSBB karena masyarakat tetap harus memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Namun untuk mencegah penularan COVID-19, Hebi memastikan bahwa protokol pencegahan COVID-19 dipatuhi oleh setiap orang yang beraktivitas dalam pasar.

"Yang diinginkan oleh Bu Wali (Kota Surabaya Tri Rismaharini) utamanya adalah physical distancing itu. Itu yang paling penting," ujar Hebi saat dibubungi IDN Times, Senin (27/4).

2. Pengendalian gerombolan dalam pasar

Beberapa pembeli di Pasar Wonokromo terpantau memakai masker N95, Selasa (3/3). IDN Times/Ardiansyah Fajar

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah gerombolan dalam pasar. Hebi menuturkan, tiap-tiap pasar diatur sedemikian rupa jaraknya antar pedagang agar tidak saling berhimpitan. Selain itu para pembeli dan kuli panggul juga diminta tidak bergerombol.

"Kalau sampai terlalu rapat, nanti akan ada yang memperingatkan. Nanti ada dari penegak hukum," tegasnya.

3. Tiap orang harus pakai masker

Aktivitas pedagang disalah satu pasar tradisional di Bantul. (IDN Times/Istimewa)

Setelah itu, tiap orang yang beraktivitas di pasar baik pedagang, karyawan, pembeli, dan kuli panggul diwajibkan menggunakan alat perlindungan diri minimal masker. Jika kedapatan tidak mengenakan masker, maka ia akan dilarang memasuki pasar.

"Kita juga sudah sediakan tempat cuci tangan di setiap pasar. Kita juga usahakan adanya bilik sterilisasi agar tiap orang bisa sterilisasi sebelum masuk pasar," imbuhnya.

4. Pemeriksaan suhu tubuh secara rutin

unsplash/@kellysikkema

Upaya berikutnya yaitu pemeriksaan suhu tubuh secara rutin. Tiap orang yang akan memasuki pasar akan diperiksa suhu badannya. Jika ada yang lebih dari 38 derajat celcius maka pasar akan dikosongkan dan transaksi dihentikan.

Hebi mengatakan, tidak akan ada penyesuaian jam operasional pasar. Pasalnya tiap pasar memiliki kebutuhan jam operasional masing-masing dan akan kesulitan jika harus diatur jadwalnya.

"Kita sudah sosialisasikan ini ke semua pasar hingga kemarin, Minggu (26/4). Semoga masyarakat bisa mengerti dan tertib," tuturnya.

Editorial Team

Related Article