Surabaya, IDN Times - DPW PPP Jawa Timur menyatakan penolakan tegas terhadap Surat Keputusan Menteri Hukum (Menkum) yang mengesahkan kepengurusan DPP PPP hasil klaim aklamasi Mardiono.
Ketua DPW PPP Jatim, Mundjidah Wahab, menilai keputusan Menkumham itu diambil secara serampangan tanpa mempertimbangkan kondisi faktual di lapangan.
"Pandangan PPP Jatim, keputusan tersebut adalah keputusan yang ceroboh, tergesa-gesa, dan tidak memperhatikan fakta-fakta yang terjadi di lapangan," tegas Mundjidah kepada awak media, Kamis (2/10/2025).
Mundjidah membeberkan sejumlah alasan penolakan, salah satunya terkait proses aklamasi Mardiono yang dianggap cacat prosedur. Menurutnya, aklamasi dilakukan secara tidak sah karena muncul di Sidang Paripurna I yang sejatinya hanya beragenda pengesahan jadwal dan tata tertib.
"LPJ Mardiono juga ditolak mayoritas DPW, menandakan kepemimpinannya tidak layak dilanjutkan. Klaim aklamasi diumumkan di kamar hotel oleh segelintir orang, bukan forum resmi yang diikuti 1.304 peserta,” ujarnya.
Sebaliknya, PPP Jatim menegaskan aklamasi kader terhadap Agus Suparmanto sah dan sesuai prosedur. Mundjidah menyebut aklamasi Agus dilakukan dalam forum resmi dengan agenda yang jelas.
"Aklamasi itu merupakan aspirasi mayoritas peserta forum dan dilaksanakan dalam Sidang Paripurna VII sesuai agenda. Bahkan diumumkan secara terbuka di Sidang Paripurna VIII,” jelasnya.
Mundjidah menambahkan seluruh proses tersebut juga disiarkan langsung melalui kanal resmi Petiga TV, sehingga transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
"DPW PPP Jatim berkomitmen menjaga marwah partai, menegakkan aturan organisasi, dan memastikan PPP tetap menjadi rumah besar umat yang bermartabat,” pungkasnya.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
PPP Jatim Tolak SK Menkum PPP Versi Mardiono

Ketua PPP Jatim, ,Mundjidah Wahab. Dok. Istimewa.
Curated For You
- Sejumlah Kader PPP di Jatim Terang-terangan Dukung Prabowo - Gibran06 Des 2023, 21:30 WIB
Editorial Team
EditorZumrotul Abidin
Related Article
Gus Ipul Bilang 2 Kiai Ini Potensi Masuk AHWA Muktamar ke-35 NU28 Agu 2026, 21:26 WIB
Alumni PMII Soroti Konflik Internal NU, Gaungkan Misi Penyelamatan28 Agu 2026, 19:42 WIB
LPJ Diterima Muktamirin, Muktamar ke-35 Lanjut Bahas Pemilihan Ketum28 Agu 2026, 18:24 WIB
Gus Kikin Disebut Masuk Paket Istana, Jawab Siap dengan Siapa Pun28 Agu 2026, 18:09 WIB
Ngobrol Pembiayaan dan Otomotif Sambil Ngopi28 Agu 2026, 16:37 WIB
Muktamar NU, Cak Imin Soroti Gerai Ritel Modern di Sekitar Pesantren28 Agu 2026, 16:29 WIB
54 Kecamatan di Jatim Diperkuat Tanggap Kebencanaan28 Agu 2026, 15:37 WIB
Karthulta Semeru Meluas 10 Haktare, Helikopter Water Bombing Diterjunkan28 Agu 2026, 15:22 WIB
Ancam Keselamatan Pengendara, Eri Tegur Kontraktor Proyek Saluran28 Agu 2026, 15:20 WIB
Cak Imin Digadang Maju Ketum PBNU, Tapi...28 Agu 2026, 14:17 WIB
Hotel Haji Kediri Siap Dibangun, Ditarget 2027 Jadi Embarkasi28 Agu 2026, 13:49 WIB
Kiai Asep Minta Kiai Miftach Mundur, Usul Kiai Nurul Huda Jadi Rais Aam PBNU28 Agu 2026, 13:46 WIB
Cerita Calon Manajer KDMP di Jatim, Menunggu Kepastian28 Agu 2026, 13:40 WIB
Menag Nasaruddin Pastikan Tak Maju Ketum PBNU28 Agu 2026, 12:34 WIB
Dugaan Pungli Ambil BB Lakalantas Rp1 Juta, Polisi Surabaya Buka Suara28 Agu 2026, 10:25 WIB
Pasar Properti Masih Positif, Pakuwon: Rumah di Atas Rp5 M Paling Laku28 Agu 2026, 10:24 WIB
AHWA Muktamar NU Harus Diisi Ulama Berkualitas28 Agu 2026, 10:23 WIB
Gus Yahya Pede LPJ 1.000 Halaman Bisa Diterima Muktamirin28 Agu 2026, 10:21 WIB
Kiai Miftachul Akhyar Masuk Bursa Rais Aam PBNU, Lagi28 Agu 2026, 09:38 WIB
Pemuda Surabaya Masuk Rumah Sakit Usai Dihajar Massa Saat Curi Motor28 Agu 2026, 09:36 WIB