Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Viral Pembatalan Bantuan Rp2 Miliar ke Griya Lansia Malang, Ujungnya Begini!
Pertemuan pihak yang berpolemik di Surabaya. Dok. BIP dan Yayasan.
  • Polemik bantuan Rp2 miliar antara Bani Insan Peduli dan Griya Lansia Malang viral setelah unggahan Arief Camra menyinggung pembatalan donasi dan perbedaan pandangan soal branding lembaga.
  • Pertemuan Ali Zainal Abidin dan Arief Camra di Surabaya mencairkan suasana, keduanya menegaskan tidak ada masalah pribadi serta sepakat melanjutkan kegiatan sosial tanpa konflik.
  • Keduanya menyoroti pentingnya kejelasan komitmen dan komunikasi terbuka sebelum pengumuman bantuan agar kerja kemanusiaan berjalan transparan dan berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Polemik pembatalan bantuan senilai Rp2 miliar yang melibatkan Bani Insan Peduli (BIP) dan Griya Lansia Malang viral di media sosial. Hal ini bermula dari unggahan Ketua Yayasan Griya Lansia Malang, Arief Camra, di media sosial yang viral pada Sabtu (11/7/2026). Dalam unggahan tersebut, Arief membagikan video yang menampilkan momen pengumuman bantuan Rp2 miliar dari Founder BIP, Ali Zainal Abidin, kepada Griya Lansia Malang dan Griya Yatim Sidoarjo.

Namun dalam narasi unggahan itu disebutkan bantuan tersebut kemudian dibatalkan. Arief juga menuliskan bahwa unggahan tersebut dibuat sebagai pelajaran agar seseorang tidak mudah mengucapkan janji jika belum dapat dipenuhi. Dalam unggahannya di media sosial, Arief menyebut bahwa ada beberapa ketidaksepakatan antara pemberi dan penerima bantuan, salah satunya soal penyebutan BIP dalam pembangunan masjid dan branding BIP pada ambulans bantuan.

Unggahan itu memicu beragam tanggapan warganet dan menjadi perbincangan luas di media sosial. Polemik tersebut kemudian berkembang hingga kedua belah pihak memberikan penjelasan masing-masing. Situasi akhirnya mencair setelah Ali Zainal Abidin dan Arief Camra bertemu di Surabaya, Minggu (12/7/2026).

Ali menegaskan dirinya tidak memiliki persoalan pribadi dengan Arief. Ia bahkan menyebut pendiri Griya Lansia tersebut sebagai sosok yang dihormati dan menjadi tempatnya belajar mengenai pengelolaan lembaga sosial. "Saya pribadi tidak ada masalah apa pun sama Pak Arief. Beliau orang hebat, saya butuh belajar dari beliau, beliau guru saya," ujar Ali dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).

Arief pun menyambut baik pernyataan tersebut. Meski mengaku tidak pantas disebut sebagai guru, ia menegaskan tujuan utama keduanya tetap sama, yakni membantu masyarakat yang membutuhkan. Keduanya sepakat mengakhiri polemik dan tidak ingin perbedaan pandangan menghambat kegiatan sosial yang selama ini dijalankan.

Arief mengatakan polemik tersebut menjadi pelajaran penting bagi seluruh lembaga sosial, terutama terkait pentingnya kejelasan komitmen sebelum bantuan diumumkan kepada publik. "Kalau mau memberi bantuan, dijelaskan klausulnya di depan. Nanti bantuannya seperti ini, komitmennya begini. Jadi semuanya jelas sejak awal," katanya.

Ia menilai komunikasi yang terbuka serta tata kelola yang baik menjadi kunci agar kerja-kerja kemanusiaan dapat berjalan berkelanjutan tanpa menimbulkan kesalahpahaman. Kedua lembaga menyatakan akan kembali fokus menjalankan program sosial dan kemanusiaan sesuai misi masing-masing.

Curated For You

Editorial Team

Related Article