Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polda Jatim Dalami Laporan Pria Bangil Mengamuk di Exit Tol Satelit
Seorang pria bergamis ngeyel masuk ke Surabaya. Dok.IDN Times/Istimewa

Surabaya, IDN Times - Kabid Humas Polda Jawa Timur (Jatim), Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko membenarkan adanya laporan pelanggar PSBB Surabaya Raya yang mengamuk di check point exit Tol Satelit. Pelaporan dilakukan oleh petugas gabungan, Satlantas Polrestabes, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan BPB Linmas Surabaya ke Mapolda Jatim, Kamis (21/5).

1. Polda Jatim masih lakukan pendalaman

Kabid Humas Polda Jatim Trunoyudo Wisnu Andiko dalam Konferensi Pers di Polrestabes Surabaya (17/1) (IDN Times/Ardiansyah Fajar)

Setelah menerima pelaporan, Polda Jatim pun langsung melakukan pendalaman. Langkah pertama ialah mengidentifikasi nomor polisi (nopol) kendaraan terhadap kepemilikan. Alhasil diketahui mobil itu milik warga Bangil, Pasuruan, Umar Abdullah Assegaf.

"Terkait laporan, nanti kami sampaikan setelah proses penyidikan, didasari laporan polisi," ujar Trunoyudo.

2. Langkah awal menyidik pelapor untuk dapat keterangan saksi

Seorang pria bergamis ngeyel masuk ke Surabaya. Dok.IDN Times/Istimewa

Salah satu upaya pendalam ialah menyidik terlebih dahulu para pelapor yang terdiri dari petugas gabungan di TKP. "Kita akan mengambil keterangan terhadap petugas yang terlibat di dalam video tersebut, ada Dishub, Satpol PP, kepolisian. Ini terkait kesaksian dan fakta," Trunoyudo menjelaskan.

3. Kemudian memeriksa secara forensik terhadap video yang sudah beredar

Seorang pria bergamis ngeyel masuk ke Surabaya. Dok.IDN Times/Istimewa

Kemudian untuk video yang sudah beredar luas di media sosial, Trunoyudo memastikan bahwa dari Polda Jatim sudah memeriksa secara digital forensik. Guna dari langkah ini ialah memastikan tidak adanya editan video insiden yang terjadi pada Rabu (20/5) sore itu.

"Terkait video kita lakukan digital forensik. Apakah video itu sesuai dengan fakta lapangan dan tidak ada editan begitu. Sehingga ini sah nantinya," katanya.

"Namun sekali lagi kita menyesali, Surabaya baru berduka atas garda terdepan perawat meninggal dunia dengan janinnya empat bulan. Tapi masih ada orang tidak taat aturan," dia menambahkan.

Editorial Team

Related Article