Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pohon Tumbang Masih Menghantui Kota Surabaya, BPBD Siaga

Screenshot_2025-12-23-15-46-43-68_1c337646f29875672b5a61192b9010f9.jpg
Pohon tumbang di Surabaya akibat hujan deras disertai angin. (Dok. Command Center Surabaya)
Intinya sih...
  • BPBD Surabaya tangani genangan, pohon tumbang, atap rumah roboh di awal 2026.
  • Cuaca ekstrem terjadi pada Januari hingga Februari 2026, BPBD menerima 24 laporan pohon tumbang dalam sehari.
  • Surabaya Barat paling rawan bencana hidrometeorologi, BPBD melakukan penanganan pra bencana dengan aplikasi BMKG.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Memasuki awal tahun 2026, Kota Surabaya dilanda bencana hidrometeorologi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya menyebut, genangan, pohon tumbang hingga atap rumah roboh paling sering ditangani di awal Januari 2026 ini.

Ketua Tim Operasional Kedaruratan BPBD Surabaya Arif Sunandar Pranoto Negoro mengatakan, berdasarkan laporan BMKG, cuaca ekstrem terjadi pada Januari hingga Februari 2026. Sehingga, di pekan pertama Januari 2026 ini, BPBD banyak melakukan penanganan terkait bencana hidrometeorologi.

"Seperti yang disampaikan BMKG betul, ini laporan yang masuk ke Command Center terkait dengan cuaca ekstrem. Ini memang mulai dari genangan, kemudian pohon tumbang, ada beberapa rumah roboh ya," ujar Arif ditemui di kantor BPBD Kota Surabaya, Selasa (6/1/2025).

Arif belum bisa merinci berapa kejadian kebencanaan yang terjadi sejak 1-6 Januari 2026. Namun, ia menyebut selama satu pekan ini, kejadian paling parah terjadi pada Minggu (4/1/2026) kemarin. Dalam sehari pihaknya menerima 24 laporan pohon tumbang.

"Kalau atap roboh ada 2 kejadian, atap roboh itu kebanykan biasanya atapnya, yang ambruk karena struktur, struktur kayunya sudah lapuk dan sebagainya," ungkapnya.

Pada musim hujan, kemungkinan atap roboh menjadi semakin tinggi ketimbang kemarau. Sebab di musim hujan, berat genteng akan berkali-kali lipat karena air, hal ini membuat genteng jadi mudah roboh.

"Jadi ketika musim kemarau itu berat genteng, misalnya hanya 1 kilogram kerika kena hujan, beberapa hari kena hujan, dia menjadi lebih berat," jelasnya.

Arif menuturkan, wilayah yang paling rawan mengalami bencana hidrometeorologi adalah Surabaya Barat. Bahkan, titik genangan paling banyak juga terjadi di wilayah tersebut.

"Titik paling rawan di Surabaya Barat, Simo Kalangan. Ini apa ketika hujan deras pasti kita harus jaga di sana. Terkait dengan apa luapan sungai. Kemudian di seputaran Ciwo ini masih ada genangan juga. Kemudian di Wiyung," terang dia.

Selain datang melakukan penanganan, BPBD juga melakukan penanganan pra bencana. Melalui aplikasi BMKG yang terpasang di ruangan Command Center 112, petugas akan mengetahui titik mana yang akan turun hujan, di situ lah petugas akan terjun untuk mencegah agar saat hujan datang genangan tak semakin parah.

"Satu sampai dua jam sebelum awan CB (Cumulonimbus) masuk maka mereka sudah menginfokan ke teman-teman termasuk teman-teman yang bersiaga di posko terpadu," pungkas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Pelajar di Surabaya Jadi Korban Pelecehan saat Naik Suroboyo Bus

07 Jan 2026, 20:22 WIBNews