Surabaya, IDN Times - Viralnya petisi penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (Unair) mulai memunculkan dampak lanjutan.
Meski mengaku tidak mendapat tekanan dari pihak kampus, Presiden BEM Unair Rizqi Senja menyebut dirinya sempat menerima sejumlah telepon dari orang tak dikenal setelah petisi tersebut ramai diperbincangkan publik.
Rizqi mengatakan hingga saat ini pihak kampus belum memberikan tekanan ataupun intervensi terhadap gerakan yang dilakukan BEM Unair. Menurutnya, Universitas Airlangga masih memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik dan aspirasi.
"Kalau dari kampus alhamdulillah tidak ada. Kampus sejauh ini cukup kooperatif dengan gerakan mahasiswa," ujarnya, Senin (8/6/2026).
Meski demikian, BEM Unair mengaku tetap mengawasi kebijakan kampus terkait wacana kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di lingkungan perguruan tinggi. Mereka memastikan fungsi kampus tetap berjalan sesuai prinsip Tri Dharma Perguruan Tinggi.
"Kami masih mengawal dan mengawasi rektorat karena tetap ada wacana SPPG masuk kampus. Kami ingin memastikan kampus tidak keluar jalur dari Tri Dharma Perguruan Tinggi," tegasnya.
Di luar lingkungan kampus, Rizqi mengaku mulai merasakan respons yang tidak biasa sejak petisi penghentian MBG menjadi viral. Ia menyebut nomor telepon pribadinya sempat dihubungi beberapa orang yang tidak dikenalnya.
Meski demikian, ia memilih tidak menanggapi panggilan tersebut dan menganggapnya sebagai konsekuensi dari aktivitas advokasi yang dilakukan.
"Kalau tekanan dari luar, sempat ada beberapa orang tak dikenal yang menelepon nomor saya. Tapi saya anggap biasa saja dan akhirnya saya blok," ungkapnya.
Rizqi menegaskan hingga saat ini belum ada bentuk intimidasi lain yang diterimanya setelah petisi tersebut mendapat perhatian luas di media sosial. Ia juga memastikan BEM Unair tetap melanjutkan pengawalan terhadap isu MBG sesuai sikap organisasi yang sejak awal menolak program tersebut.
Sebelumnya, petisi daring yang diinisiasi BEM Unair untuk menghentikan Program MBG mendapat respons besar dari publik. Petisi tersebut telah mengumpulkan sekitar 25 ribu tanda tangan. Sementara kampanye yang diunggah melalui akun Instagram resmi BEM Unair disebut telah menjangkau sekitar 1,7 juta akun.
