Surabaya, IDN Times - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE) Tahun 2026 sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan merawat perdamaian di tengah berbagai gejolak yang melanda dunia.
Pesan tersebut disampaikan Khofifah sejalan dengan tema Waisak tahun ini, "Dharma Menjaga Perdamaian Dunia". Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan kondisi global yang saat ini diwarnai konflik berkepanjangan, polarisasi sosial, ketidakpastian ekonomi hingga berbagai krisis kemanusiaan.
“Di tengah berbagai tantangan global yang diwarnai konflik, polarisasi, ketidakpastian ekonomi hingga krisis kemanusiaan, nilai-nilai Dharma mengajarkan pentingnya cinta kasih, kebijaksanaan, pengendalian diri, serta penghormatan terhadap sesama sebagai fondasi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan,” ujar Khofifah di Surabaya, Minggu (31/5/2026).
Khofifah menilai perdamaian dunia tidak bisa diwujudkan hanya melalui kebijakan tingkat internasional. Menurutnya, perdamaian harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni diri sendiri, keluarga, hingga masyarakat.
Ia menegaskan Jatim selama ini menjadi salah satu daerah yang dikenal memiliki tingkat toleransi dan harmoni sosial yang kuat di tengah keberagaman suku, agama, budaya dan latar belakang masyarakat. Karena itu, semangat Waisak diharapkan semakin memperkokoh persatuan dan kerukunan yang selama ini telah terbangun.
“Perdamaian bukan hanya ketiadaan konflik, tetapi hadirnya rasa saling menghormati, saling memahami dan saling membantu dalam kehidupan bersama. Inilah nilai-nilai yang harus terus kita jaga dan wariskan kepada generasi mendatang,” katanya.
Menurut Khofifah, keberagaman merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia yang harus terus dirawat melalui sikap toleran dan semangat kebersamaan. Nilai-nilai welas asih yang diajarkan dalam ajaran Buddha, lanjutnya, dapat menjadi fondasi penting dalam memperkuat kohesi sosial sekaligus menjadi kontribusi nyata Indonesia bagi perdamaian dunia.
“Ketika masyarakat hidup rukun, saling menghormati dan mengedepankan kemanusiaan, maka kita tidak hanya menjaga perdamaian di lingkungan sekitar, tetapi juga ikut memberikan kontribusi bagi perdamaian dunia,” tuturnya.
Selain itu, Khofifah mengajak seluruh masyarakat memperingati Waisak dengan memperbanyak perbuatan baik, meningkatkan kepedulian sosial dan menghadirkan manfaat bagi sesama tanpa memandang perbedaan latar belakang.
“Tantangan zaman saat ini membutuhkan lebih banyak empati, solidaritas dan kepedulian. Semangat Dharma harus menjadi energi untuk membangun kehidupan yang damai, inklusif, adil dan penuh kasih sayang,” ungkapnya.
Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada umat Buddha di Jatim yang dinilainya selama ini aktif menjaga toleransi, memperkuat kerukunan dan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE Tahun 2026 kepada seluruh umat Buddha. Semoga semangat Dharma senantiasa membimbing kita untuk menebarkan cinta kasih, memperkuat persaudaraan serta menjaga perdamaian dunia,” pungkasnya.
