Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perbakin Surabaya Tegaskan Tak Beri Bantuan Hukum Pelaku Pelecehan
Perbakin Surabaya saat konferensi pers. (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Perbakin Surabaya menegaskan tidak akan memberi bantuan hukum kepada JL, terduga pelaku pelecehan terhadap atlet DS berusia 15 tahun.
  • JL diketahui bukan pelatih resmi Perbakin, melainkan pengurus sekaligus wasit yang belum tersertifikasi dari KONI Surabaya.
  • Perbakin telah menonaktifkan JL agar proses hukum berjalan lancar dan akan memecatnya permanen jika terbukti bersalah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Surabaya memastikan tak akan memberikan bantuan hukum kepada terduga pelaku pelecehan seksual terhadap atlet Perbakin. Perbakin juga memastikan pelaku, yakni JL bukan merupakan pelatih di Perbaikin, melainkan pengurus.

"Jadi sebetulnya statusnya terduga ini adalah seorang wasit lebih tepatnya. Seorang juri, bukan pelatih ya. Karena belum tersertifikasi dari KONI Surabaya," ujar Ketua Perbakin Surabaya, Hadi Susilo, saat konferensi pers, Sabtu (13/6/2026).

Perbakin pun turut merasa prihatin dengan apa yang dialami korban DS (15). Pihaknya turut marah atas apa yang dilakukan JL terhadap DS. "Sikap kami jujur seluruh pengurus Perbakin Surabaya ikut prihatin atas kejadian yang terjadi pada adik korban dan kami emosi, kami marah, dan kami memposisikan diri di pihak korban," tuturnya.

Hadi mengatakan, Perbakin telah menonaktifkan kepengurusan JL.Hal ini agar proses hukum yang saat ini berjalan di Polrestabes Surabaya berjalan lancar.

"Perbakin Surabaya tidak akan memberikan bantuan hukum dan dengan pernyataan bahwa terduga sudah nonaktif maka terduga bukan lagi tanggung jawab daripada Perbakin Surabaya dalam hal hukum," ungkap dia.

Bila JL terbukti bersalah dan ditetapkan tersngka, maka pihaknya langsung memecat JL dari kepengurusan Perbakin. JL tak boleh lagi ada di Perbakin.

Hadi menyebut, selama ini JL memiliki klub menembak sendiri bernama Lasapa atau Latihan Sabtu Pagi. Muridnya sekitar 15-20 orang. Di klub tersebut JL ikut melatih muridnya. "Saya tekankan pandai. Mahir dia menembaknya. Makanya itu banyak orang tua siswa atau atlet yang yang pengin belajar dari terduga ini. Dan itulah yang dimanfaatkan sama terduga ini," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article