Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perampok Bersenpi yang Tembak Warga Driyorejo, Akhirnya Didor
Pelaku perampokan saat digelandang di Mapolres Gresik. Dok. Polres Gresik.
  • Pelaku utama perampokan bersenjata di Driyorejo, berinisial S (42) asal Sampang, ditangkap setelah buron lebih dari satu tahun oleh tim Satreskrim Polres Gresik.
  • S melakukan perlawanan saat ditangkap sehingga polisi menindak tegas dengan tembakan; kini ia diperiksa dan pengembangan kasus terhadap enam pelaku lain masih berlangsung.
  • Aksi perampokan terjadi saat korban membawa uang Rp130 juta, disertai penembakan yang melukai warga ISK; polisi menyita barang bukti seperti handphone, helm hitam, dan celana jeans biru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Gresik, IDN Times - Pelarian perampok bersenjata api yang menebar teror dan menembak warga saat beraksi di Kabupaten Gresik akhirnya berakhir. Tim Satreskrim meringkus pelaku utama berinisial S (42), warga Kedungdung, Kabupaten Sampang.

Pelaku ditangkap di wilayah Sampang setelah buron lebih dari satu tahun sejak aksi perampokan brutal yang terjadi di Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo, Gresik, pada 14 April 2025 lalu. Saat proses penangkapan, pelaku disebut melakukan perlawanan sehingga polisi mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak pelaku.

Kanit Resmob Satreskrim Polres Gresik, Ipda Andi Muh Asyraf mengatakan, penangkapan dilakukan setelah petugas melakukan penyelidikan panjang dan pelacakan keberadaan tersangka. “Pelaku ditangkap di Sampang yang selama ini kami lakukan pencarian. Saat ini masih pemeriksaan dan pengembangan pelaku lain,” ujarnya, Senin (25/5/2026).

Kasus perampokan itu sebelumnya sempat menghebohkan warga Driyorejo. Saat itu korban berinisial JR yang bekerja sebagai admin SPBU sedang membawa uang setoran sekitar Rp130 juta untuk disetorkan ke bank. Namun di tengah perjalanan, korban dipepet dan dirampok oleh komplotan pelaku di kawasan Jembatan Larangan, Desa Krikilan.

Tak hanya merampas uang, pelaku juga melepaskan tembakan saat warga mencoba memberikan pertolongan kepada korban. Akibatnya seorang warga berinisial ISK terkena tembakan di bagian kaki dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka mengakui ikut terlibat dalam aksi pencurian dengan kekerasan bersama enam pelaku lainnya yang kini masih diburu polisi. “F mengakui pada saat kejadian di Jembatan Larangan Desa Krikilan ia membawa satu pucuk senjata api dan menembakkan ke korban hingga mengenai kaki korban ISK,” ungkap Andi.

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit handphone milik pelaku, helm warna hitam, dan celana jeans biru yang dipakai saat beraksi.

Saat ini tersangka telah dibawa ke Mapolres Gresik untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, sementara tim Resmob masih memburu anggota komplotan lainnya yang diduga ikut terlibat dalam aksi perampokan bersenjata tersebut.

Editorial Team

Related Article