Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perahu Dihantam Ombak, Satu Nelayan Jember Tewas dan Tiga Hilang
Perahu nelayan yang terbalik di Perairan Paseban, Jember. (Dok. Kantor SAR Banyuwangi)
  • KLM Pantes yang membawa lima nelayan Jember terbalik setelah dihantam ombak di Perairan Paseban, Kencong, saat pulang melaut pada 19 Agustus 2026.
  • Kapal diduga terlalu mendekati tepi perairan, lalu ombak dari kanan membuat lambung bocor dan terbalik. Sahwiyanto meninggal, Samino selamat, tiga nelayan hilang.
  • Tim SAR Jember bersama BPBD, aparat, relawan, dan nelayan setempat mengerahkan perahu karet serta peralatan penyelamatan untuk mencari Mujai, Moh. Sholihin, dan Samsul.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jember, IDN Times - Kapal Layar Motor (KLM) milik nelayan Kabupaten Jember dikabarkan terbalik dihantam ombak saat perjalanan pulang usai mencari ikan di Perairan Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Rabu (19/8/2026). Satu orang dikabarkan tewas, tiga masih hilang dan satu ditemukan selamat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menjelaskan bahwa KLM Pantes berangkat dari Pelabuhan Perikanan Puger pada Selasa (18/8/2026 pukul 13.00 WIB menuju Perairan Meleman untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan. Perahu tersebut membawa lima orang nelayan.

Setelah selesai mencari ikan dan hendak kembali ke daratan, kapal mengalami kecelakaan di sekitar Perairan Paseban pada Rabu (19/8/2026 pukul 02.00 WIB. “Berdasarkan informasi yang kami terima, saat perjalanan pulang kapal terlalu mendekati tepi perairan dan dihantam ombak dari sisi kanan.

Benturan tersebut mengakibatkan lambung kanan kapal bocor hingga akhirnya kapal terbalik. Lima nelayan itu pun terombang-ambing di laur.

“Dari lima orang yang berada di atas kapal, satu orang ditemukan selamat, satu orang ditemukan meninggal dunia, dan tiga orang lainnya masih dalam pencarian,” ujar I Made Oka Astawa.

Nelayan yang meninggal dunia adalah Sahwiyanto (46), nelayan selamat yakni Samino (65). Sementara tiga nelayan yang masih hilang adalah Mujai (58), Moh. Sholihin (34), dan Samsul (45).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Jember diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 16.31 WIB menggunakan Rescue Car Type II dengan membawa peralatan perahu karet, water rescue, peralatan medis, dan perangkat komunikasi. Operasi pencarian dilakukan bersama unsur SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Jember, BPBD Kabupaten Lumajang, Polsek Kencong, Koramil Kencong, Bensaromben, Siluman Rescue, serta nelayan setempat.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi terus melakukan koordinasi dengan seluruh unsur SAR gabungan untuk mempercepat proses pencarian terhadap tiga nelayan yang masih dinyatakan hilang. “Kami akan mengoptimalkan upaya pencarian sesuai prosedur operasi SAR dengan memperhatikan keselamatan seluruh personel di lapangan. Semoga ketiga korban segera ditemukan,” tutup I Made Oka Astawa.

Curated For You

Editorial Team

Related Article