Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PDIP Laporkan 38 Dugaan Pelanggaran Selama Kampanye Pilkada Surabaya

Kota Surabaya
PDIP Laporkan 38 Dugaan Pelanggaran Selama Kampanye Pilkada Surabaya
Ilustrasi Pilkada Serentak 2020 (IDN Times/Arief Rahmat)

Surabaya, IDN Times - Kepala Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat DPC PDIP Surabaya, Arif Budi Santoso membeberkan bahwa pihaknya telah melaporkan pasangan calon (paslon) Machfud Arifin-Mujiaman ke Bawaslu, Panwascam dan Polrestabes Surabaya. Laporan itu sebanyak 38 temuan dugaan pelanggaran.

  1. 1. Ada beberapa dugaan pelanggaran kampanye yang dilaporkan

    Ilustrasi bendera PDIP. IDN Times/Daruwaskita
    Ilustrasi bendera PDIP. IDN Times/Daruwaskita

    Maksud dari laporan yang dilayangkan itu, kata Arif, memang tugas timnya melakukan pembelaan jika terjadi serang-serangan politik atau serangan hukum. Yang diarahkan pada kader atau simpatisan dari paslon nomor urut 1, Eri Cahyadi-Armuji. Kemudian juga temuan dugaan pelanggaran kampanye.

    "Termasuk pembagian bantuan BNPB dan politik adu domba serta anjuran kekerasan. Kemudian ada pengrusakan dan pencurian APK," katanya.

  2. 2. Dapati dugaan pelanggaran protokol kesehatan hingga penyalagunaan fasilitas

    Ilustrasi Pilkada serentak 2020, IDN Times/ istimewa
    Ilustrasi Pilkada serentak 2020, IDN Times/ istimewa

    Selain itu, ada temuan dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang cukup dominan dilakukan oleh kegiatan dari paslon nomor urut 2. Serta dugaan kampanye di luar jadwal dan dugaan penyalahgunaan fasilitas umum.

    "Bahkan, temuan yang mengejutkan adanya penggunaan dari simbol-simbol partai dan foto dari pengurus partai politik PDIP, yang kita ketahui tidak pernah mendukung paslon 2," ucapnya.

  3. 3. Ada temuan kampanye di media online lebih dulu

    Simulasi Pilkada Serentak 2020  (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
    Simulasi Pilkada Serentak 2020 (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

    Lebih lanjut, Arif menyampaikan kalau pihaknya juga mendapat temuan kampanye paslon nomor urut 2 di media online yang mendahului 7 hari lebih awal dari jadwal kampanye. "Tidak semua temuan kita laporkan. Tapi dari temuan itu, sudah kita pilah dan kita pilih, ada 38 temuan yang kita laporkan," tandasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More