Surabaya, IDN Times - Okupansi hotel di Surabaya mengalami penurunan sebesar 30 persen pada libur tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Hal ini diungkap oleh Ketua Harian Kordinator Wilayah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (Korwil PHRI) Surabaya, Puguh Sugeng Sutrisno.
"Okupansi hotel selama libur lebaran ini hanya mencapai 60 persen saja, ini menurun hingga 30 persen jika dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 90 persen," uiar Puguh, Senin (7/4/2025).
Puguh menjelaskan penurunan ini dipengaruhi adanya efisensi anggaran. Sehingga berdampak pada penurunan daya beli masyarakat. "Itu salah satu faktor dari menurunnya okupansi selama libur lebaran," terangnya.
"Karena memang memilih untuk berdiam di rumah dan tidak untuk berlibur ke hotel seperti tahun lalu saja," tambah Puguh.
Lebih lanjut, Puguh mengungkap kalau penurunan okupansi hotel tidak hanya terjadi saat libur lebaran saja. Melainkan sejak Bulan Ramadan. "Ini yang kami rasakan adanya penurunan sejak puasa kemarin yang memang turun drastis," ungkapnya.
"Tahun lalu pun sama, tetapi memang daya beli masyarakatnya saja menurun," pungkasnya.
