Naik Gunung Modal YouTube, 11 Pendaki Tersesat di Gunung Arjuno

Malang, IDN Times - Sebelas orang pendaki dilaporkan tersesat di kawasan Bukit Lincing, yang berada di wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Gunung Arjuno, Kabupaten Malang. Mereka diantaranya EY (45), A (45), dan V (18) asal Jalan Plaosan Barat, Kota Malang; S (18) asal Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang; MRM (17) asal Kecamatan Blimbing, Kota Malang; AZ (46), NF (46), dan NPI (15) asal Desa Sapto Renggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang; KA (42), dan KM (18) LN (45) asal Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.
1. Kronologi 11 pendaki dilaporkan hilang saat naik ke kawasan Gunung Arjuno

Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar menceritakan jika kejadian ini bermula saat para pendakian yang sebagian besar adalah perempuan ini berangkat menuju Bukit Lincing yang masih berada di kawasan Gunung Arjuno pada Kamis (29/5/2025) pukul 01.00 WIB. Tapi mereka naik melalui jalur tidak resmi via Kebun Teh Wonosari tanpa mengantongi tiket pendakian atau registrasi kepada pengelola.
"Jadi mereka melakukan pendakian berdasarkan informasi dari video YouTube. Namun, di tengah perjalanan menuju puncak, rombongan kehilangan jejak jalur yang benar dan tersesat di area hutan. Ini dikarenakan mereka menggunakan jalur yang tidak resmi," terangnya.
Bambang mengatakan jika pihaknya mendapatkan laporan ini sekitar pukul 09.00 WIB. Salah satu pendaki sempat menghubungi temannya untuk meminta bantuan setelah mereka kehilangan arah di area kaki Bukit Lincing.
"Tim evakuasi terdiri dari personel Tahura, Perhutani, Bhabinkamtibmas Polsek Singosari, Babinsa, SAR Samudra, dan relawan PMI. Mereka bergerak cepat setelah mendapat koordinat lokasi dari komunikasi yang dilakukan pendaki dengan pihak luar," jelasnya.
2. Seluruh pendaki yang hilang berhasil dievakuasi pada Kamis sore

Setelah menerima informasi rombongan pendaki tersesat, Bambang mengatakan jika pihaknya kemudian melakukan koordinasi bersama tim SAR dan relawan terkait. Tim gabungan mulai melakukan pencarian sejak pukul 10.00 WIB. Setelah lebih dari 5 jam penyisiran, seluruh pendaki akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi pada pukul 15.30 WIB dalam kondisi selamat.
"Seluruh pendaki dalam keadaan selamat, mereka kemudian diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing. Untungnya tidak ada luka serius, hanya kelelahan saja," ujarnya.
3. Polisi minta masyarakat tidak melakukan pendakian di jalur ilegal

Lebih lanjut, Bambang berharap kejadian ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat, terutama masyarakat yang ingin datang ke tempat wisata alam dan pendakian. Ia minta agar masyarakat melakukan pendakian secara sembarangan, apalagi melalui jalur tidak resmi. Jika belum berpengalaman, disarankan menggunakan jasa pemandu.
"Pastikan mengikuti prosedur, melapor ke pengelola, dan membawa perlengkapan memadai. Jangan hanya berbekal informasi media sosial atau video dari medsos," pungkasnya.