Ponorogo, IDN Times – Warga Kelurahan Pinggirsari, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan mortir di pinggir sungai pada Senin (9/3/2026) pagi. Benda tersebut awalnya dikira hanya besi tua yang tersangkut di aliran sungai. Mortir itu ditemukan oleh Edi Kusdianto saat hendak memancing di sekitar sungai. Karena penasaran melihat benda berbentuk tabung cukup besar, ia kemudian membawanya pulang ke rumah.
Mortir Ditemukan Warga di Pinggir Sungai Ponorogo, Sempat Dikira Besi

1. Dikira besi tua, sempat dibawa pulang
Edi Kusdianto awalnya mengira benda tersebut hanyalah potongan besi bekas yang terbawa arus sungai. Tanpa curiga, ia kemudian membawa benda itu ke rumahnya. “Saya kira besi tua biasa, terus saya bawa pulang saja. Beratnya sekitar 5 kilogram paling,” ujar Edi.
Namun setelah diperhatikan lebih dekat, bentuknya terlihat tidak biasa. Warga sekitar kemudian menyarankan agar temuan tersebut segera dilaporkan kepada aparat.
2. Babinsa memastikan benda tersebut mortir
Setelah menerima laporan warga, Babinsa setempat mendatangi rumah Edi untuk mengecek benda tersebut. Dari hasil pengecekan awal, Babinsa memastikan benda itu merupakan mortir atau senjata artileri militer. Petugas dari Polres Ponorogo kemudian datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan sekaligus pengamanan.
Kepala SPKT Polres Ponorogo, Ipda Irwan Prastianto, mengatakan mortir tersebut memiliki panjang sekitar 47 sentimeter dengan diameter sekitar 17,5 sentimeter.
3. Polisi menunggu tim Gegana untuk penanganan
Menurut Irwan, kondisi mortir masih utuh dari bagian atas hingga bawah, termasuk bagian hulu ledaknya. Karena itu, petugas tidak berani melakukan penanganan sebelum tim khusus datang. Saat ini polisi telah menetapkan status quo di lokasi penemuan dan melakukan penjagaan agar warga tidak mendekat.
Polisi juga telah berkoordinasi dengan tim penjinak bahan peledak (Jibom) dari Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur untuk melakukan penanganan lebih lanjut. Dugaan sementara, mortir tersebut merupakan sisa persenjataan dari masa perang di masa lalu.