Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Miris! Puluhan Siswa SD di Magetan Terpaksa Belajar di Kelas Rusak
Kondisi SD Negeri Truneng lapuk dan rusak akibat di makan usia. IDN Times/Riyanto.
  • Enam ruang kelas SDN Truneng di Magetan rusak parah dengan atap bocor dan plafon ambrol, namun kegiatan belajar tetap berlangsung karena belum ada ruang pengganti.
  • Guru dan staf sekolah berinisiatif memperbaiki kerusakan secara swadaya menggunakan bahan seadanya sambil meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan 72 siswa yang belajar setiap hari.
  • Pihak sekolah sudah mengajukan rehabilitasi sejak awal 2026, sementara Disdikpora Magetan masih meninjau prioritas perbaikan akibat keterbatasan anggaran daerah dan menunggu bantuan pusat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Magetan, IDN Times – Semangat belajar puluhan siswa SD Negeri di Desa Truneng, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, harus dibayangi rasa waswas. Enam ruang kelas yang mereka gunakan setiap hari mengalami kerusakan cukup parah, mulai dari atap bocor, plafon ambrol, hingga rangka kayu penyangga yang sudah lapuk dan rawan roboh. Meski kondisinya membahayakan, proses belajar mengajar tetap berlangsung karena sekolah belum memiliki ruang pengganti.

1. Plafon sempat ambruk saat jam istirahat

Kondisi SD Negeri Truneng lapuk dan rusak akibat di makan usia. IDN Times/Riyanto.

Wakil Kepala SDN Truneng, Heru Nurkhayatin Setiati, mengatakan kerusakan terjadi hampir di seluruh ruang kelas yang digunakan siswa kelas I hingga VI. Selain genteng bocor, plafon mulai berjatuhan dan kayu kuda-kuda atap sudah keropos dimakan usia.

"Kami khawatir jika sewaktu-waktu material bangunan jatuh saat kegiatan belajar mengajar berlangsung dan membahayakan anak-anak," kata Heru, Kamis (16/7/2026).

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Beberapa waktu lalu, plafon salah satu ruang kelas sempat ambruk saat jam istirahat. Beruntung, tidak ada siswa yang berada di dalam kelas sehingga tidak menimbulkan korban. Bangunan sekolah yang berusia lebih dari dua dekade itu terakhir direhabilitasi pada 2015–2016. Namun, perbaikan saat itu hanya dilakukan pada sebagian bangunan.

2. Guru memperbaiki ruang kelas secara swadaya

Kondisi SD Negeri Truneng lapuk dan rusak akibat di makan usia. IDN Times/Riyanto.

Di tengah keterbatasan fasilitas, para guru berupaya agar kegiatan belajar tetap berjalan nyaman. Sejumlah bagian dinding yang rusak ditutup menggunakan banner dan bahan seadanya agar ruang kelas tetap layak digunakan.

Selain itu, guru juga meningkatkan pengawasan terhadap siswa selama berada di lingkungan sekolah, terutama ketika belajar di dalam kelas. "Kami selalu lebih waspada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung karena kondisi bangunan memang sudah tidak lagi ideal," ujar Heru.

Saat ini, terdapat 72 siswa dan 14 tenaga pendidik yang setiap hari beraktivitas di enam ruang kelas tersebut.

3. Rehab diusulkan, Disdikpora cek skala prioritas

Kondisi SD Negeri Truneng lapuk dan rusak akibat di makan usia. IDN Times/Riyanto.

Pihak sekolah telah mengajukan usulan rehabilitasi melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sejak awal 2026. Namun hingga kini belum ada kepastian kapan perbaikan akan direalisasikan.

"Kami berharap pemerintah segera memberikan perhatian agar proses belajar mengajar berlangsung lebih aman dan nyaman," tutur Heru.

Terpisah, Kepala Disdikpora Magetan, Suhardi, mengatakan kondisi SDN Truneng akan kembali dicek untuk memastikan posisinya dalam daftar prioritas perbaikan. Menurutnya, keterbatasan APBD membuat penanganan sekolah rusak harus dilakukan secara bertahap. "Nanti kami cek kembali apakah SDN Truneng sudah masuk prioritas atau belum. Kami juga terus mengupayakan bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat karena kemampuan APBD terbatas," ujarnya.

Disdikpora mencatat sekitar 75–100 sekolah di Kabupaten Magetan mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat. Pemerintah berharap bantuan revitalisasi dari pusat segera turun agar lebih banyak sekolah dapat diperbaiki, termasuk SDN Truneng yang saat ini masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar setiap hari.

Curated For You

Editorial Team

Related Article