Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menyasar Anak Muda, BNPT Akui Awasi Tren Hijrah
Pixabay/aieed

Surabaya, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengakui bahwa tren hijrah yang tengah marak di tengah generasi Millennials dan Z berpotensi ditunggangi narasi radikalisme. Sebab, narasi penghasutan itu mudah masuk ke anak muda yang sedang mencari jati diri, baru belajar agama bahkan galau.

1. Tren hijrah berpotensi ditunggangi kelompok radikal

Ilustrasi (IDN Times/Sukma Shakti)

Salah satu yang menjadi kewaspadaan BNPT adalah karena penyebaran tren hijrah kebanyakan melalui media sosial, bukan melalui pengajian di masjid. "Hijrahnya tidak kaffah (sempurna), kebanyakan lewat internet karena lebih gampang," ujar Kasi Bina Pemasyarakatan BNPT Letkol Setyo Pranowo dalam acara webinar bersama IDN Times Jatim, Rabu (13/5) petang.

"Mereka dapat bahan di internet, kemudian digosok orang yang salah, jadi seperti itu," dia menambahkan.

2. BNPT pantau ketat tren tersebut

Pixabay/JESHOOT-com

Untuk itu, BNPT terus memantau gerakan hijrah yang sedang tren sekarang. Pihaknya tidak melarang selama tidak menyalahi aturan, misalnya menggelorakan narasi kebencian dan mengajak ke aliran radikalisme maupun terorisme.

"Kami pantau pasti, kami anggap (hijrah) energi positif maka kami ikuti. Kami arahkan detiap minggu keliling empat provinsi. Kami juga gelar lomba melibatkan anak muda dan perempuan, mengangkat duta damai dan ambassador," kata Setyo.

3. Kampus juga menjadi obyek utama pemantauan BNPT

Ilustrasi Teroris (IDN Times/Arief Rahmat)

Sedangkan terkait sel radikalisme di perguruam tinggi, Setyo tidak menampik masih ada. Sel ini bergerak melalui kegiatan kemahasiswaan. Untuk mencegahnya, BNPT bekerjasama dengan perguruan tinggi.

"Kami sendiri lakukan pencegahan, mengajak ribuan diberi pencerahan. Karena dari kampus ini bibit bisa muncul. Banyak yang disusupi kegiatan kemahasiswaan. Kalau kajian lorong, di bawah pohon itu banyak. Ingat kejadian organisasi berubah bentuk afiliasinya lain," ungkap Setyo.

Editorial Team

Related Article