Surabaya, IDN Times - Pada tahun 2019 dikenal sebagai tahun politik. Pasalnya, tahun 2019 akan diselanggarakan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg).
Dosen Komunikasi Universita Airlangga, Suko Widodo, mengatakan dalam menghadapi pemilu tahun 2019, peran media menjadi sangat penting. Akan tetapi, menurutnya media mengalami sebuah krisis jurnalisme saat tahun politik ini.
Alasannya, menurut Suko, masyarakat di Jawa Timur hanya tahu soal Pilpres 2019 yang pesertanya dua pasangan calon, sedangkan hampir tak tahu jika bersamaan dengan Pilpres ada Pileg. Menurutnya, sebanyak 26 persen masyarakat tahu Pilpres dari stasiun televisi nasional; 8,9 persen masyarakat mendapat informasi soal Pilpres dari televisi lokal; dan hanya 1,1 persen masyarat Indonesia tahu informasi dari Pilpres dari media cetak.
"Pergeseran masyarakat untuk mengetahui informasi bergeser ke dunia digital," katanya saat diskusi dengan tema 'Pers dan Pemilu yang Demokratis' di Hotel Sheraton Surabaya, pada Jumat (8/2).
