Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mahasiswa Unusa Latih ODGJ Bikin Kuliner

Mahasiswa Unusa Latih ODGJ Bikin Kuliner
Program kuliner mahasiswa Unusa bersama ODGJ. Dok. Unusa.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memberikan pelatihan program kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Program ini pun turut membuat mahasiswa asing asal Timor Leste Ribeilizho Carrol Lay Gloria Guterres sempat tak percaya.

"Pertama kali masuk FK (Fakultas Kedokteran) Unusa saya langsung tertarik sama program kuliner ODGJ. Apa ya bisa ODGJ dilatih masak. Tapi, saya melihat sendiri buktinya,” ujarnya.

Larry--sapaan karib mahasiswa semester 3 ini- pun mengikuti program pendidikan dan pengabdian masyarakat tersebut. Tak sendirian, ia bersama dengan Dimas Indrajati mahasiswa S1 Manajemen Unusa dan Devi Nadya mahasiswa S1 Sistem Informasi Unusa. 

"Topik pemberdayaan tahun ini adalah akselerasi digital bisnis kuliner ODGJ, jadi membutuhkan kerja sama lintas profesi,” ungkap Larry.

Dari program ini, Larry dan dua orang mahasiswa lainnya mendapatkan pelajaran sekaligus pengalaman berharga. Bahwa stigma ODGJ tidak bisa bekerja atau beraktivitas itu terpatahkan. Ia membuktikan langsung, kalau yang dalam keadaan gangguan ringan masih dapat berinteraksi normal dan dilatih.

"Pengalaman berharga ini akan saya bawa sekembalinya sebagai dokter di tanah kelahiran di Timor Leste, bahwa saya sebagai dokter harus berupaya semaksimal mungkin dengan cara-cara kreatif untuk membantu pasien-pasien saya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Pemberdayaan Industri Rumah Tangga-Usaha Mikro (PIRT-UM) Unusa, Nuzulul Fatimah mengungkapkan, pelaksanaan program pemberdayaan ini harus ekstra hati-hati. “Kami tidak boleh terburu-buru dan harus melihat kondisi ODGJ di rumahnya, untuk menilai bahwa mereka siap mengikuti program ini sampai tuntas,” katanya.

Program PIRT-UM ini berjalan berturut-turut dari Oktober hingga Desember, melibatkan tak kurang dari 40 orang, termasuk ODGJ dan keluarganya, kader kesehatan, dokter, dan perawat komunitas. 

"Kami bersyukur dipercaya Ditjen DIKTI untuk mengelola dana hibah sehingga program ini tuntas bagi mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.

Program ini adalah penanda bagi Unusa sebagai lembaga yang dipercaya mengelola dana hibah dari Ditjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). 

"Bahkan di bulan Desember ini klasterisasi Unusa meningkat menjadi mandiri berdasarkan pengelolaan penelitian dan pengabdian masyarakatnya. Kami betul-betul bersyukur Allah memudahkan kami mewujudkan niat baik melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat semacam ini," pungkasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ardiansyah Fajar Syahlillah
Zumrotul Abidin
Ardiansyah Fajar Syahlillah
EditorArdiansyah Fajar Syahlillah

Latest News Jawa Timur

See More

Selama 2026 Polrestabes Surabaya Bekuk 192 Pelaku Kejahatan, 3 Didor

03 Jun 2026, 19:55 WIBNews