Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mahasiswa ITS dan USK Pulihkan Akses Air Bersih di Aceh Tamiang

Mahasiswa ITS dan USK Pulihkan Akses Air Bersih di Aceh Tamiang
Potret mahasiswa ITS tiba di lokasi bencana Aceh Tamiang (IDN Times/ITS)
Intinya Sih
  • Mahasiswa ITS dan USK berkolaborasi memulihkan akses air bersih di Aceh Tamiang melalui program Kemdiktisaintek, melibatkan ribuan mahasiswa dari puluhan perguruan tinggi di Indonesia.
  • Mereka memasang sistem penyaring air sederhana berbahan kerikil, pasir, dan arang aktif untuk menghilangkan kotoran serta bakteri, sehingga warga kembali memperoleh air layak konsumsi pascabanjir.
  • Selain instalasi filter, mahasiswa juga memberikan edukasi perawatan dan pengelolaan air bersih kepada warga agar teknologi ini dapat dimanfaatkan secara mandiri dan berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surabaya, IDN Times - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan Universitas Syiah Kuala berkolaborasi membantu pemulihan akses air bersih bagi warga terdampak banjir di Aceh Tamiang. Mereka terjun langsung ke lapangan menyalurkan bantuan sekaligus memasang instalasi sederhana agar masyarakat kembali memperoleh air bersih layak pakai.

Dr.rer.nat. Nasori, Ketua pengabdian masyarakat ITS mengatakan, kolaborasi bantuan pemulihan ini merupakan program yang dibentuk oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), melalui Program Mahasiswa Berdampak. Tercatat sebanyak 5.040 mahasiswa yang berasal dari 36 perguruan tinggi telah berkontribusi dalam upaya pemulihan pascabencana di wilayah Aceh. Kolaborasi mahasiswa ITS dan USK ini kemudian menghasilkan proyek yang diberi tajuk Tamiang Berseri: Aplikasi Teknologi Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan Sistem Listrik Photovoltaic serta Penyediaan Air Bersih dalam Rangka Pemulihan Akses Layanan Publik Pascabencana Banjir.

"Kegiatan pengabdian ini dimulai sejak 6 Februari sampai tanggal 16 Maret kemarin," ungkap Dr.rer.nat. Nasori yang juga Kepala Seksi Pengembangan Karakter Direktorat Kemahasiswaan ITS, Rabu (18/3/2026).

1. Upaya mengembalikan akses air bersih melalui instalasi sistem penyaringan air

Potret pemasangan alat filter air bersama warga
Potret pemasangan alat filter air bersama warga (IDN Times/ITS)

Tragedi banjir yang melanda sebagian wilayah Sumatera beberapa waktu lalu berdampak signifikan terhadap masyarakat, terutama dalam memperoleh akses air bersih. Sumber air setempat tercemar oleh lumpur dan berbagai kotoran, sehingga air tersebut tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Nasori mengatakan, kehadiran mahasiswa dari ITS dan USK menawarkan inovasi berupa sistem penyaring air sederhana namun efektif yang dapat dimanfaatkan oleh warga. Kegiatan ini meliputi pemasangan perangkat filter yang mampu menghilangkan kotoran, bakteri, dan zat berbahaya dari air yang sebelumnya tidak layak konsumsi. Dengan adanya sistem ini, kualitas air meningkat, sehingga masyarakat memperoleh pasokan air yang lebih aman dan berkelanjutan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Proses pemasangan filter dirancang sederhana namun efektif untuk menjawab kebutuhan warga. Tim kolaborasi mahasiswa ini memasang lapisan media penyaring, seperti kerikil, pasir, arang aktif, serta media filter lainnya, yang dapat menyaring kotoran sekaligus meningkatkan kualitas air agar lebih aman digunakan," katanya.

2. Masyarakat terlibat menjaga dan mengelola air bersih

Potret aktivitas bersama warga setempat
Potret aktivitas bersama warga setempat (IDN Times/ITS)

Tim mahasiswa tidak bisa berdiri sendiri tanpa melibatkan partisipasi warga setempat. Selain membantu memasang alat, para mahasiswa ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara kerja filter air, cara perawatan, serta langkah-langkah sederhana untuk menjaga kualitas air agar tetap bersih dan layak pakai. Pendekatan ini dilakukan agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki pengetahuan untuk mengelola dan memelihara teknologi tersebut secara mandiri dalam jangka panjang.

"Berbagai metode digunakan untuk memberikan pemahaman yang mudah diterima, sehingga warga dapat berpartisipasi secara optimal dalam setiap tahapan kegiatan. Antusiasme masyarakat terlihat dari keikutsertaan mereka dalam diskusi dan praktik langsung di lapangan," kata Nasori.

Dengan adanya edukasi yang berkelanjutan serta keterlibatan aktif warga, diharapkan program yang dijalankan dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan sekitar. Warga juga diharapkan merasa terbantu dengan adanya solusi yang dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, terutama setelah kondisi pascabanjir mereka kesulitan untuk mengakses air bersih. 

3. Kolaborasi menghasilkan inovasi bermanfaat

Potret kegiatan dengan ana-anak korban terdampak banjir Aceh Tamiang
Potret kegiatan dengan ana-anak korban terdampak banjir Aceh Tamiang (IDN Times/ITS)

Menjelang akhir kegiatan, suasana haru terasa ketika para mahasiswa berpamitan dengan warga. Sebagai bentuk kebersamaan dan kenang-kenangan, tim mahasiswa sekaligus berbagi bantuan serta kebutuhan sehari-hari kepada masyarakat setempat. Momen tersebut menjadi simbol perpisahan sekaligus wujud kepedulian dan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh warga selama kegiatan berlangsung.

Kolaborasi antara mahasiswa ITS dan USK dalam program Tamiang Berseri menunjukkan bahwa bahwa sinergi antarperguruan tinggi dapat menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Program ini menggabungkan teknologi sederhana dengan semangat pengabdian, sehingga setiap langkah yang dilakukan mahasiswa memiliki dampak nyata bagi kehidupan warga. Selain menyalurkan bantuan, kegiatan ini juga menjadi sarana transfer pengetahuan tentang pentingnya akses air bersih dan pemeliharaan sistem penyaringan.

"Melalui langkah-langkah kecil namun strategis, seperti penyediaan filter air, para mahasiswa telah berkontribusi langsung dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana di Aceh Tamiang," kata Nasori..

Partisipasi aktif warga dan pendampingan mahasiswa tidak hanya meningkatkan kualitas air yang dikonsumsi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi tantangan sehari-hari. Kegiatan ini membuktikan bahwa inovasi sederhana yang disertai kepedulian sosial dapat memberikan manfaat jangka panjang dan mempererat hubungan antara institusi pendidikan dan masyarakat lokal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More