Kronologi Kecelakaan Mobil Pengurus PBNU di Tol Ngawi

Ngawi, IDN Times - Sebuah mobil Fortuner warna putih bernopol P 1672 HO yang ditumpangi rombongan pengurus PBNU, KH Abdullah Samsul Arifin (Gus Aab), mengalami kecelakaan di jalan tol Ngawi, Jawa Timur. Satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian dan dua orang mengalami luka serius.
1. Mobil dikemudikan anak Abdullah Samsul Arifin

Kecelakaan mobil ini bermula saat rombongan melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Yogyakarta untuk menghadiri Harlah 101 NU. Saat itu mobil dikemudiakan oleh putra dari KH Abdullah Samsul Arifin bernama Hisyam Abdullah. Hisyam bermaksud menggantikan sopir pribadinya bernama Muhammad Baidowi (30).
Namun, pada saat sampai di jalan tol di kilometer 549 B, masuk Desa Kedungharjo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, mobil tersebut kehilangan kendali, dan menyebabkan mobil terbalik ke parit setelah menghantam pagar pembatas.
Hisyam Abdullah yang mengalami luka ringan menjelaskan bahwa kendaraan tiba-tiba tidak bisa dikendalikan, hingga menyebabkan terjadinya kecelakaan. Waktu itu selama perjalanan hujan deras mengguyur. Diduga, mobil mengalami aquaplaning dan menghantam pagar pembatas di sebelah kiri jalan, baru berhenti setelah terbalik ke parit.
2. Polisi melakukan olah TKP

Polisi yang tiba di lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara, dan bangkai mobil segera dievakuasi ke unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi.
Pagi ini tampak banyak pengurus NU yang datang ke Rumah Sakit Widodo maupun RSUD Dokter Soeroto untuk memberikan dukungan.
3. Kondisi korban luka dalam perawatan intensif

Dalam kecelakaan tersebut, satu orang meninggal di tempat kejadian. Korban adalah Muhammad Baidowi (30) seorang sopir pribadi yang berasal dari Bangsalsari, Jember.
Sementara itu, dua orang lainnya, termasuk Ketua Bidang Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Abdullah Samsul Arifin, mengalami luka dan langsung dilarikan ke RSUD Dokter Soeroto Ngawi.
Jenazah korban meninggal dunia dievakuasi oleh petugas dan dibawa ke RSUD Dokter Soeroto Ngawi, sedangkan yang luka dirawat di Rumah Sakit Widodo Ngawi.
















