Kronologi Kasus Penganiayaan Santri di Ponpes Kediri

Kediri, IDN Times - Kronologi penganiayaan hingga mengakibatkan Bintang Balqis Maulana (14) santri asal Banyuwangi tewas di Pondok Pesantren Tartilul Quran (PPTQ) Al-Hanifiyyah Kediri terkuak. Motif para pelaku mengaku memukuli korban karena jengkel susah dinasihati, terutama tentang perintah untuk salat berjamaah.
1. Pukuli korban karena emosi sesaat

Kuasa hukum pelaku, Rini Puspitasari mengungkapkan kronologi penganiayaan. Saat mendampingi pelaku diperiksa, terungkap juga motif para pelaku penganiayaan. Para pelaku mengakui telah memukul korban namun tidak ada niat untuk membunuh. Hal itu karena emosi sesaat para pelaku.
"Keterangan mereka mengakui memukul dan tidak niat biar Bintang sampai gimana. Itu benar-benar emosi sesaat, karena korban diomongi tidak manut," ujarnya, Rabu (28/02/2024)
2. Pelaku dan korban tinggal di kamar yang sama

Para pelaku dan korban tinggal dalam satu kamar di ponpes yang diasuh oleh Fatihunada alias Gus Fatih. Awalnya dua pelaku mengetahui apabila korban tidak sholat. Kemudian mereka menasehatinya. Korban diketahui baru sembuh dari sakit dan tidak mengikuti salat jamaah.
"Mereka ini kan satu kamar. Awalnya itu yang dapat info itu AK dan AF sepupunya. Kemudian menegur korban. Ditanyai, kamu kenapa tidak salat? Bintang jawabnya itu tidak nyambung," tuturnya.
3. Dua kali dipukuli pelaku

Pada hari Kamis malam (21/2/2024) pelaku sempat mengobati luka-luka korban akibat pemukulan. Mereka juga sempat berniat untuk membawa korban ke rumah sakit namun tidak jadi. Hari Jumat (22/2/2024) jam 03.00 WIB AF (sepupu korban) dibangunkan temannya. Mereka melaporkan kondisi korban yang semakin pucat. Saat dibawa ke rumah sakit korban ternyata sudah meninggal dunia. Mengetahui korban meninggal dunia di Rumah Sakit Arga Husada Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, AF kembali ke pondok. Dia melapor ke pengasuh PPTQ Al-Hanifiyyah Desa Kranding, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Gus Fatih.
"Kemudian jenazahnya dibawa ke pondok, lalu dimandikan dan dikafani dibawa ke Banyuwangi hari Jumat setelah salat jumatan. Lalu disana heboh itu dan dilaporkan ke polisi," ungkapnya.
4. Pelaku mengaku sangat menyesal

Rini mengatakan, para pelaku merasa menyesal telah menganiaya korban dan merasa kebingungan. Bahkan, salah satu pelaku AK merasa shok, karena dia yang pertama kali memulai pemukulan terhadap korban dan tidak menduga korban sampai meninggal dunia.
"Kemarin saya tanya, ini gimana kok sampai kejadian seperti ini. Sekarang kalian gimana? Mereka merasa menyesal dan merasa bersalah. Mereka sangat terpukul. Saat ngobrol sama saya, mereka diam dan menunduk. Salah satunya itu malah sulit untuk berkata-kata, karena dia yang memulai itu," pungkasnya.
5. Polisi tetapkan 4 tersangka dalam kasus ini

Sebelumnya Polres Kediri Kota mengamankan empat orang tersangka penganiayaan hingga tewas terhadap Bintang Balqis Maulana (14) santri asal Banyuwangi. Keempat pelaku adalah teman mondok korban di Pondok Pesantren Tartilul Quran (PPTQ) Al-Hanifiyyah Desa Kranding, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Keempat pelaku masing-masing NN (18) siswa kelas 11 asal Sidoarjo, MA (18) siswa kelas 12 warga Kabupaten Nganjuk, AF (16) asal Denpasar, Bali, dan AK (17) warga Surabaya.
















