Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenyang Makan Janji, Petani Lumajang Galang Koin Atasi Kekeringan
Ilustrasi kekeringan. Antara Foto

Lumajang, IDN Times - Banjir pada tahun 2021 lalu telah menjebol DAM Gambiran di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Akibatnya, para petani setempat menderita kekeringan yang cukup saat tiba musim kemarau. Meskipun upaya sudah dilakukan oleh Pemerintah setempat, namun dinilai kurang maksimal. Terpaksa, para petani bakal melakukan penggalangan dana.

2. Proyek pemerintah mangkrak

ilustrasi pompa air (freepik.com/freepik)

Dampak kekeringan akibat jebolnya DAM Gambiran ini cukup dirasakan oleh petani di Desa Boren, Desa Blukon dan Desa Galingan, Kecamatan Lumajang. Sejumlah petani mengakui upaya sempat dilakukan oleh Pemkab setempat. Seperti pengadaan rumah pompa dengan proyek senilai ratusan juta rupiah.

Namun upaya tersebut justru dinilai sebagai pekerjaan yang tidak tepat sasaran. Proyek tersebut mangkrak dan dirasa tidak berguna mengatasi kekeringan yang terjadi saat ini. Selain itu ada pula proyek pembangunan groundsil yang dinilai serupa.

"Beberapa upaya yang dilakukan namun gagal dan buang-buang anggaran. Semuanya tidak terpakai," kata RL, salah satu petani, dikutip IDN Times pada Senin (1/8/2023).

2. Petani ingin bangun DAM pakai uang sendiri

(Ilustrasi irigasi) ANTARA FOTO/Basri Marzuki

RL menyebut, proyek pemasangan groundsil tidak terbukti efektif. Hingga kini, volume air yang menyuplai sawah mereka sebelumnya tidak kunjung meningkat. Malahan, di musim kemarau saat ini kekeringan ekstrem mulai terjadi. Merasa lelah dengan janji para birokrat, petani memilih menggalang dana untuk melakukan pembangunan sendiri.

"Petani berencana mengadakan aksi penggalangan koin di jalanan. Untuk dana pembangunan DAM secara mandir. Sudah dua tahun kondisi seperti ini berlarut," jelasnya.

3. Petani kenyang makan janji birokrat

Ilustarasi jaringan irigasi (Dok. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

RL mengatakan, beberpa lahan pertanian bahkan tidak dapat ditanami karena hanya mengandalkan air hujan. Para petani juga merasa kecewa lantaran proyek perbaikan DAM Gambiran sempat terhenti begitu saja. Padahal masalah utama terkait sumber irigasi belum terselesaikan dengan benar.

"Pekerjaan sudah selesai tapi air belum bisa mengalir. Kami kecewa palagi katanya tidak ada anggaran dan baru dilanjutkan 2024. Tidak bisa tanam sekarang. Petani terus saja dijanjikan," cetusnya.

Editorial Team

Related Article