Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kembangkan Kapal Feri Ramah Lingkungan, ITS Raih Juara Dunia
Desain kapal feri ramah lingkungan karya ITS. (Dok. ITS)
  • Tim Nawasena dari ITS meraih Juara 2 dunia dalam International Student Design Competition 2026 berkat inovasi kapal feri ramah lingkungan berbasis Compressed Natural Gas (CNG) bernama MV Great Idia.
  • Kapal sepanjang 35 meter ini dirancang efisien dan aman untuk rute sungai di Nigeria, dilengkapi sistem NAVENA serta fasilitas ramp door dan crane agar tak bergantung pada dermaga permanen.
  • MV Great Idia mendukung energi bersih dengan kombinasi generator CNG, panel surya, dan waste heat recovery, sejalan dengan target SDGs terkait energi terjangkau, inovasi industri, dan penanganan iklim.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan kapal feri yang mengusung teknologi berbasis Compressed Natural Gas (CNG). Inovasi ini pun meraih Juara 2 dalam ajang International Student Design Competition yang diselenggarakan oleh Worldwide Ferry Safety Association (WFSA) tahun 2026.

Para perancang yang tergabung dalam Tim Nawasena ITS ini, mengusung konsep kapal feri MV Great Idia yang dirancang sebagai solusi transportasi sungai yang aman, efisien, dan berkelanjutan pada rute Lokoja – Onitsha di Sungai Niger, Nigeria sesuai dengan tema lomba yang ditetapkan. “Kapal ini mengadopsi desain wave-piercing catamaran hull yang mampu mengurangi hambatan hidrodinamika, meningkatkan stabilitas, serta meningkatkan efisiensi operasional pada perairan dangkal,” papar Bachtiar Shifa Bahari selaku Ketua Tim Lomba dari Nawasena ITS.

Dengan panjang 35 meter, lebar 11,4 meter, dan draft sekitar 0,8 meter, MV Great Idia ini mampu mengangkut beban hingga 200 penumpang serta 16 ton muatan barang pasar. Kapal ini dirancang untuk menempuh rute perjalanan sekitar lima jam dengan standar operasional yang aman dan andal.

Dari sisi keberlanjutan energi, MV Great Idia menggunakan bahan bakar CNG yang sejalan dengan program energi bersih nasional Nigeria. “Sistem kelistrikan kapal didukung generator berbahan bakar CNG, panel surya, serta teknologi waste heat recovery untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus mengurangi emisi karbon,” terang Bachtiar lagi.

Inovasi ini tentunya turut mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengembangan transportasi air yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, menurut Bachtiar, keterbatasan fasilitas dermaga di rute Lokoja – Onitsha turut menjadi perhatian dalam desain kapal ini. Untuk menjawab tantangan tersebut, MV Great Idia dilengkapi forward ramp door dan onboard crane, sehingga proses naik turun penumpang serta bongkar muat barang dapat dilakukan tanpa ketergantungan pada infrastruktur pelabuhan permanen.

"Aspek keselamatan juga menjadi fokus utama dalam perancangan kapal. MV Great Idia dirancang sesuai standar klasifikasi inland navigation vessel dari Bureau Veritas (NR217) serta dilengkapi sistem Nawasena Navigation Assisted (NAVENA) yang berfungsi sebagai sistem peringatan dini untuk mendukung pencegahan tabrakan di jalur penyeberangan yang padat," kata dia.

Kompetisi desain kapal feri tingkat dunia tersebut berlangsung secara daring sejak Desember 2025 dan pengumuman pemenang dilaksanakan pada Februari 2026. Atas capaian prestasi tersebut, tim Nawasena ITS juga dijadwalkan menghadiri kegiatan awarding speech yang akan diselenggarakan di New York City, Amerika Serikat pada 5 – 7 Mei 2026 mendatang.

Ajang bergengsi tingkat dunia ini diikuti oleh 18 tim dari sembilan negara, yakni Indonesia, Pakistan, Inggris, Bangladesh, Amerika Serikat, Portugal, Mesir, Filipina, dan Nigeria. Tim Nawasena ITS sendiri beranggotakan 10 orang mahasiswa. Terdiri atas delapan mahasiswa dari Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS (Bachtiar Shifa Bahari, Khansa Arkhap Farica, Andrean Prakoso Frans LP, Muhamad Farid F, M Dzaki Al Husni, Reihan Rizky Ardiansyah, dan William Noah Marthin S), serta dua mahasiswa dari Departemen Teknik Mesin ITS (Fahmi Wira Dewantara dan Bima Bagus Setyobudi). Tim ini dibimbing oleh Prof Dr Ir Agoes Santoso MSc dan Dr Achmad Baidowi ST MT.

Editorial Team